Breaking News:

Habib Bahar bin Smith Dituntut 5 Bulan Penjara Kasus Penganiayaan, Vonis Dijatuhkan Dua Minggu Lagi

Habib Bahar Smith dituntut lima bulan penjara bagi terdakwa pelaku penganiayaan sopir.

Istimewa
Penceramah Habib Bahar bin Smith 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi. Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Tuntutan lima bulan penjara bagi Habib Bahar Smith, terdakwa pelaku penganiayaan sopir taksi dinilai Jaksa Penuntun Umum sudah sesuai dengan fakta-fakta persidangan. 

Jaksa Kejati Jabar, Sukanda mengatakan, tuntutan lima bulan hukuman penjara itu diberikan karena terdakwa dan korban sudah saling memaafkan, dan juga terdakwa sudah membayar kerugian kepada korban.

"Jadi, tuntutan lima bulan bukan karena keraguan, tapi karena objektivitas tim jaksa," ujar Sukanda, dalam sidang replik atau tanggapan jaksa atas pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Habib Bahar bin Smith Cemburu Tahu Istri Digoda Pria Lain, Singgung Soal Tak Akan Cium Bau Surga

Pada agenda sidang sebelumnya, Bahar Smith melalui kuasa hukumnya sempat meminta agar langsung dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa karena telah menempuh perdamaian dengan korban.

Permintaan untuk dibebaskan itu nyatanya tidak diberikan. Sehingga, Jaksa menyatakan tetap pada tuntutannya meminta hakim menjatuhkan hukuman lima bulan penjara kepada terdakwa.

"Kami berpendapat berdasarkan fakta persidangan tidak ada alat bukti yang menjadikan terdakwa harus dibebaskan, berdasarkan itu, kami penuntut umum tetap pada tuntutan kami," katanya.

Sementara itu, Habib Bahar bin Smith justru mengelak dan menyatakan tidak pernah minta dibebaskan. Ia hanya meminta agar  diberikan hukuman seadil-adilnya.

"Saya tidak pernah minta untuk dibebaskan, saya tidak pernah minta vonis hakim bebas. Saya hanya minta keadilan, saya berani bertanggungjawab apapun risikonya, berapapun ancamannya, hukumannya, saya ikhlas," ucapnya.

Ketua Majelis Hakim Surachmat mengatakan, agenda sidang vonis kepada Bahar akan dilakukan pada 22 Juni 2021.

Hakim pun memastikan telah mencatat permintaan Bahar yang tidak ingin dibebaskan dan ingin diberi keadilan.

"Tinggal kami bermusyawarah untuk menjatuhkan hukuman, acaranya putusan pada persidangan yang akan datang," kata Hakim.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved