Breaking News:

Calon Haji di Majalengka Ternyata Harus Menunggu 19 Tahun untuk Berangkat ke Tanah Suci

Calon haji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang masuk daftar tunggu butuh waktu sekitar 19 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
(Sky News)
Di tengah pandemi corona yang melanda dunia, pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi tetap berlangsung mengikuti protokol kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Calon haji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang masuk daftar tunggu butuh waktu sekitar 19 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.

Pasalnya, jumlah pendaftar masih terbatas dengan kuota yang disediakan pemerintah.

Kendati demikian, di masa pandemi Covid 19, minat warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat untuk berangkat Ibadah Haji masih terbilang tinggi.

Baca juga: Di Majalengka, Ada 2 Calon Haji Meninggal Dunia Masuk Daftar Calon Haji yang Gagal Berangkat

Masih tingginya minat masyarakat itu, berdampak terhadap panjangnya daftar tunggu (waiting list) di daerah ini.

Kepala Kemenag Majalengka, Mulyadi mengatakan, daftar tunggu untuk berangkat ibadah haji terbilang cukup panjang.

“Waiting Majalengka masih lama, 19 tahun. Di masa Pandemi (Covid-19), pendaftar calon haji perhari sekitar 3 sampai 5 orang,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Bu Lilis Kembali Batal Naik Haji, 2019 Jadi Korban Tabrak Lari, 2021 Gagal Berangkat Karena Covid-19

Di sisi lain, semula ada 1.150 calon jemaah haji dari Kabupaten Majalengka yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini.

Jumlah sebanyak itu merupakan kuota Kabupaten Majalengka pada tahun lalu, yang urung diberangkatkan.

“Untuk tahun ini sebenarnya kami persiapan sudah 90 persen. Persyaratan seperti syarat administrasi sudah lengkap. Mereka juga sudah divaksin Covid-19,” ucapnya.

Sementara, akibat adanya pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun ini, ada salah satu calon haji (calhaj) yang urung menjalankan Rukun Islam ke lima untuk ketiga kalinya.

Lilis Mukhlisoh (51), warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung yang semula akan berangkat tahun 2019 lalu, kembali gagal.

Kegagalan Lilis berangkat pada 2019 lantaran mengalami kecelakaan beberapa bulan sebelum musim haji tiba.

2020 lalu, Lilis kembali gagal lantaran terjadi pandemi.

Begitu juga dengan tahun 2021 ini, pemerintah mengumumkan pembatalan keberangkatan dikarenakan masih pandemi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved