Breaking News:

8 Kasus Bunuh Diri di 2021, KAMMI Kuningan Minta Bukti Kongkret Pemkab Soal Pencegahan Bunuh Diri

Jumlah kasus bunuh diri di Kuningan, Jawa Barat menjadi perbincangan masyarakat.

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Audensi Mahasiswa Soal Kasus Bunuh diri di Kuningan 
Laporan Kontributor Kuningan,Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Jumlah kasus bunuh diri di Kuningan, Jawa Barat menjadi perbincangan masyarakat.
Hal itu membuat Mahasiswa yang tergabung dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kuningan audensi di DPRD Kuningan, Selasa (08/06/2021). 
Salah seorang aktivis Mahasiswa dari KAMMI, Mukhlis dalam kesempatan itu jelas mempertanyakan sejauh mana kepedulian pemerintah.
Hal itu menyusul dengan banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi di sejumlah daerah.
“Mengingat pada tahun 2017 kasus bunuh diri ada 9 orang, terus pada tahun 2018 ada 8 orang, tahun 2019 turun jadi 4 orang, lalu tahun 2020 naik lagi jadi 9 orang. 
Hingga saat sekarang di tahun 2021 ada sebanyak 8 kasus orang bunuh diri, dimana peran pemerintah untuk mengatasi kasus-kasus bunuh diri ini?," katanya.
KAMMI juga menyoroti bahwa kasus bunuh diri yang banyak terjadi selama ini sebagian besar dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi.
"Kita butuh langkah kongkret, bagaimana solusi Pemkab Kuningan untuk mengatasi masalah ekonomi yang melilit warga sehingga mereka melakukan bunuh diri," katanya. 
Saat audensi tadi, dr Denny mewakil Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, mengatakan bawah untuk kasus bunuh diri pada dasarnya tidak ada yang bisa menolong siapapun.
Sebab tindakan nekat itu merupakan pribadi yang di lakukan korban. 
“Ya untuk kasus bunuh diri siapa yang mampu mencegah hingga tidak terjadi aksi nekat. Ini menyagkut pribadi pelaku nekat yang memang tidak memikirkan apapun. Meski demikian, kami tetap menjalankan tupoksi di lingkungan melalui pembinaan terhadap lapisan masyarakat dan kami menyediakan psikater atau ahli pskiolog dalam menangani kasus tersebut.
Penyedian ini sebagai tindakan pencegahan dan itu bukan jaminan terhadap aksi nekat seseorang yang di luar pantau kami,” ujar Denny di ruangan Banggar DPRD Kuningan saat audensi tadi.
Ditempat sama, Bagian Satbinmas Polres AKP Budi mengatakan, pihaknya mengklaim bahwa korban bunuh diri di Kuningan itu murni aksi nekat. 
“Sebagai pencegahannya, kami dengan Babinkamtibmas di setiap daerah suka kordinasi dalam memberikan pelayanan, seperti dengan penyediaan nomor layanan 110 untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya. 
Ditempat sama, Kepala Dinas Sosial Kuningan, yakni Dudy mengatakan, pihaknya mengklaim untuk pelaksanaan kerja sudah sangat maksimal, terutama mengenai sosial di lingkungan masyarakat.
“Seperti penyediaan jasa layanan mental warga dan lainnya.” ujarnya.
Audensi yang di mediasi oleh Ketua Komisi IV DPRD Kuningan, Tresnadi mengaku bahwa semua program pelayanan masyarakat jelas berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. 
“Seperti dari Dinas Kesehatan meyediakan dokter kejiwaan dalam penangan mental dan dari kepolisian juga sangat jelas standby berikan pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved