Breaking News:

Jelang Musim Kemarau, Warga Desa Benda Kuningan Lakukan Tradisi Membuat Alat Antisipasi Kekeringan

Jelang musim kemarau di Kuningan sejumlah daerah terancam mengalami kekeringan. Untuk itu warga Desa Benda, melakukan sebuah tradisi

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Jelang Musim Kemarau, Warga Desa Benda Kuningan Lakukan Tradisi Membuat Alat Antisipasi Kekeringan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Jelang musim kemarau di Kuningan sejumlah daerah terancam mengalami kekeringan.

Alasan itu salah satu membuat warga Desa Benda, Kecamatan Luragung, Kuningan Jawa Barat melakukan sebuah tradisi membuat bronjong dari bambu.

"Pembuatan bronjong dari bambu ini sudah merupakan tradisi warga desa secara turun-temurun, hal ini dilakukan untuk untuk mendapatkan pasokan air bagi setiap lahan pertanian di desa kami," ungkap Kepala Desa Benda, Ono Suwarno kepada Tribuncirebon.com, Selasa (7/6/2021).

Baca juga: Tari Mulyanah Siswi Cerdas Asal Subang Ciptakan Light Trap, Alatnya Sederhana Tapi Sangat Bermanfaat

Baca juga: UNIK, Di Cianjur Warga Dibagi Ayam Hidup Agar Mau Berangkat Divaksin Covid-19

Teramati di lokasi, kata Ono mengaku bahwa  pembuatan bronjong ini memakan biaya tidak sedikit dan banyak melibatkan lapisan desa setempat.

"Untuk biaya kami hitung ada sekitar Rp 150 juta lebih dan ini merupakan hasil rereongan dengan melakukan pekerjaan secara gotong royong," ujarnya.

Dalam pembuatan bronjong, kata Ono mengklaim bahwa ini merupakan strategi buhun atau jaman dahulu yang masih dilestarikan hingga sekarang.

Kemudian tekniknya tidak lain melakukan metode  irigasi dengan memanfaatkan aliran sungai yang berada di bantaran Cisanggarung.

"Iya pembuatan bronjong ini salah satu teknik pemanfaatan air Sungai Cisanggarung untuk pengairan luas area pertanian di desa kami. Adanya kegiatan ini jelas sebagai bentuk melestarikan tradisi lama dalam ketahanan pangan," ujarnya.

Mengenai lebar Sungai Cisanggarung yang di bendung itu ads sekitar 100 meter dan untuk pembangunan serta pemasangan bronjong itu berlangsung selama 3-4 hari.

"Dalam pembuatan bendungan dengan cara tradisional ini dikerjakan selama 3-4 hari. Dan bangunan bronjong itu akan hilang saat musim hujan yang disertai arus sungai besar. Jadi kalau hujan itu arus sungai besar dan menghanyutkan bronjong ini," ungkapannya.

Sementara salah seorang warga desa setempat, yakni Didi Rohidi menjelaskan bahwa pembuatan bronjong ini sebagai pemanfaatan sumber daya alam bagi kelangsungan hidup di desa setempat. "Iya kegiatan ini dilakukan jelang musim tanam ketiga atau musim kemarau, kemudian dalam pembuatannya itu melibatkan warga secara gotong royong," katanya.(*)

Aktivis warga Desa Benda Kecamatan Luragung Kuningan Jawa Barat saat gotong royong buat Bronjong alias bendungan di sungai Cisanggarung

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved