Diusir Penghuni Situs Garuda Jaya di Desa Cipanas Cirebon, Begini Jawaban Ujang Busthomi
Pengasuh Padepokan Anti Galau, Ustaz Ujang Busthomi, mendatangi lokasi semburan di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pengasuh Padepokan Anti Galau, Ustaz Ujang Busthomi, mendatangi lokasi semburan di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.
Bahkan, pria yang akrab disapa Kang Ujang itupun melakukan siaran langsung melalui kanal YouTube Kang Ujang Busthomi Cirebon.
Hingga Senin (7/6/2021), video siaran langsung itupun telah ditonton lebih dari 570 ribu kali.
Baca juga: LOKASI Semburan Lumpur di Cipanas Cirebon Jadi Tempat Pesugihan, Bukti di Video Ustaz Ujang Busthomi
Dalam video itu, Kang Ujang menggunakan dua pria sebagai mediator untuk berkomunikasi dengan mahluk gaib di situs tersebut.
Saat mereka berbicara beberapa saat, Ujang tiba-tiba diusir. "Pergi, pergi, pergi," kata pria berkaus putih sambil menunjuk Ujang Busthomi.
"Ya sirae kang lunga (ya kamunya yang pergi)," jawab Ujang Busthomi.
Namun, dua mediator itu tampak hendak melawan Ujang. Mereka memutarkan kedua tangannya di tanah kemudian mengangkatnya ke atas dan mengarahkannya ke Ujang.
Baca juga: Hah, Banyak yang Percaya Semburan Lumpur di Desa Cipanas Cirebon Adalah Obat Gatal, Padahal Beracun
Mereka terlihat menahan sesuatu di tangannya. Ujang yang dalam posisi setengah berdiri menggunakan lututnya itu langsung menyembur keduanya secara bergantian.
"Fuuhhh." Kedua mediator langsung terpental beberapa meter dan kembali menggeram sambil menggerakkan kaki serta tangannya.
Kedua mediator itupun terlihat memegang kaki Ujang sambil berteriak, "Bubar, bubar, bubar."
Ujang Busthomi yang tampak tenang menjawab, "Sira kang bubar (kamu yang bubar)."
Mediator itupun tampak berlari ke arah semak-semak hingga masuk ke bangunan utama situs. Ujang lantas mengejar sambil mengucapkan kalimat takbir berkali-kali.
"Allahu akbar, Allahu akbar," kata Ujang Busthomi. Namun, kedua mediator tampak terus berlari sambil tertawa.
Ujang Busthomi pun masih meneriakkan kalimat takbir setelah memasuki bagian dalam bangunan utama Situ Garuda Jaya.
Saat itu, Kang Ujang melantunkan selawat Ujang Busthomi. Kedua mediator tampak tertunduk sambil terbatuk-batuk sepertu memuntahkan sesuatu.
Selanjutnya ia mengumandangkan kalimat takbir sambil kedua tangannya seperti mengangkat sesuatu dari mediator tersebut.
Keduanya lantas berteriak dan terpental dari hadapan Ujang Busthomi kemudian tidak sadarkan diri.