Breaking News:

Dituduh Berselingkuh Istri Disiksa 8 Jam oleh Suami, Kabur Minta Tolong Tetangga: Saya Dikencingi

Tak tanggung-tanggung 8 jam, Reni disiksa oleh suaminya karena dituduh selingkuh.

Editor: Mumu Mujahidin
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Korban Reni ketika menjalani pemeriksaan di Unit Pidum Satreskrim Polres Banyuasin, Jumat (4/6/2021). 

Tak hanya itu, bahkan sang suami melukai wajah korban menggunakan gergaji.

Akibat kejadian nahas yang dialaminya, korban yang merupakan warga Kecamatan Kalanganyar, Lebak, Banten tersebut telah melaporkan suami keduanya berinisial ADF ke polisi.

ADF dilaporkan denga tuduhan penganiayaan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke Polres Lebak pada Jumat (21/5/2021).

Kasat Reskrim Polres Lebak, Iptu Indik Rusmono mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan kasus penganiayaan dan KDRT ini dari MM ini.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Korban MM menceritakan kisah pilu yang dialaminya selama menikah dengan pelaku.

Menurut MM, ia dan pelaku sudah selama 6 tahun menjalani mahligai pernikahan.

Namun selama itu pula ia kerap mengalami KDRT yang dilakukan oleh ADF.

Baca juga: Gempa Berturut-turut Guncang Cianjur dan Sukabumi Secara Bergantian, Warga Rasakan Getaran Kuat

MM mengaku kerap mendapat penyiksaan dari sang suami saat menolak ajakan mandi bareng.

Bahkan, terakhir kali MM mengaku wajahnya digergaji hingga robek dan berdarah karena menolak ajakan mandi bareng sang suami saat bulan puasa.

"Selalu mengajak mandi bareng, dan ketika saya tidak mau, pasti saya langsung dipukul. Dan terakhir muka saya digergaji oleh dia sebelum Lebaran," katanya saat dikonfirmasi TribunBanten.com, Jumat (21/5/2021).

MM melanjutkan, ia juga mengalami sejumlah kekerasaan lain yang dilakukan suami keduanya itu.

Saat mereka berkunjung ke Lebak Selatan, suaminya marah-marah karena ia menolak mandi bareng.

Saat itu suaminya marah hingga membentur-benturkan wajahnya ke tembok.

Pernah juga ia diseret di dalam rumah saat terlalu lama saat mengurus pembuatan e-KTP.

Penyiksaan lainnya, wajahnya dihantam balok karena terlalu lama berkunjung ke rumah anaknya di Tangerang saat bulan puasa kemarin.

"Seperti kemarin, saya ke Tangerang tidak boleh lama-lama. Begitu pulang hari Rabu, mulut saya dipukul pake asbes," tegasnya.

Dan kejadian terakhir wajahnya digergaji membuat harus melaporkan kejadian yang menimpanya ke kepolisian.

MM mengatakan perbuatan ADF itu terus dilakukan dan tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Padahal, kata dia, pelaku merupakan suaminya sendiri.

Sang suami bahkan mengaku sangat puas setelah melakukan penyiksaan itu dengan alasan memberikan pelajaran kepada dirinya.

 

Berita lain terkait Penganiayaan

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved