Breaking News:

Gempa Susulan di Sukabumi Membuat Dinding Rumah Warga Retak-retak, Ini Kata BMKG

Sebelumnya gempa bumi magnitudo 3.0 mengguncang wilayah Sukabumi pukul 12:47:42 WIB.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Gempa susulan berkekuatan M 2.3 terjadi pukul 13:27:53 WIB, membuat rumah warga milik Tedi di daerah Gunung Manglayang atau sekitaran Gunung Goong, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, retak-retak. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (5/6/2021). Sebelumnya gempa bumi magnitudo 3.0 mengguncang wilayah Sukabumi pukul 12:47:42 WIB.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Dr. Daryono mengatakan, gempa susulan berkekuatan M 2.3 terjadi pukul 13:27:53 WIB, membuat rumah warga milik Tedi di daerah Gunung Manglayang atau sekitaran Gunung Goong, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, retak-retak.

"Iya benar terjadi keretakan pada rumahnya," ujarnya via pesan singkat.

Baca juga: Gempa Bumi Baru Saja Terjadi, Kali Ini Goyang Sukabumi, Kedalaman 3 Kilometer, Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Antisipasi Gempa 8,7 SR & Tsunami 29 Meter di Jatim, Mensos Risma Lakukan Ini: Aku Kemarin Ketakutan

Baca juga: Tadi Sore Gempa Bumi Menggoyang Sabang Aceh, Pusat di Darat, Paginya Lindu Terjadi di Sumbawa

"Hasil crosscheck dengan pak Tedi Ginanjar, benar terjadi terjadi keretakan pada rumahnya. Hasil analisis awal, dikarenakan bahan bangunan yang sudah lama, karena bangunan didirikan sekitar tahun 1985/1986 dan belum cakar ayam. Rumah bertingkat dan yang mengalami keretakan adalah lantai bawah," jelasnya.

Selain rumah Tedi, Daryono mengatakan, keretakan terjadi di rumah warga lain.

Menurutnya, rumah itu retak karena gempa disebabkan aktivitas Sesar Cimandiri. Dan rumah yang alami keretakan berada di jalur sesar Cimandiri.

"Terdapat juga rumah tetangga yg berjarak 5 meter yang mengalami keretakan kecil, tetapi kondisi bangunan terbilang baru. Kondisi tanah ditempat pak Tedi adalah datar dan tidak miring, sehingga tidak ada pengaruh kemiringan yg menyebabkan keretakan. Karena itu ada sungai cimandiri di petanya," terangnya.

Sekadar informasi, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=3.0. Episenter terletak pada koordinat 6.95 LS dan 106.97 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km Tenggara Kota Sukabumi pada kedalaman 3 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cimandiri.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved