Breaking News:

Bu Lilis Kembali Batal Naik Haji, 2019 Jadi Korban Tabrak Lari, 2021 Gagal Berangkat Karena Covid-19

Daftar pada 2012, Lilis dijadwalkan berangkat ibadah haji pada 2019 bersama sang suami, Yusuf Hasan (59). Namun, nasib berkata lain.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Lilis bersama suami, Yusuf Hasan calon jemaah caji asal Kabupaten Majalengka yang harus kembali gagal berangkat haji tahun ini. 

Saya bilang mudah-mudahan bisa tahun depan. Kami sudah niat sepenuh hati untuk bisa ke Haromain,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan, pada 2019 ada yang memberi masukan agar Lilis tetap berangkat bersama dirinya.

Kalaupun ada masalah pada bagian kaki, itu bisa diatasi dengan menggunakan kursi roda saat berada di Tanah suci.

“Ibu mertua nggak kasih izin, katanya ‘tahun depan aja.’ Ya sudah, kami ikuti.

Dan ternyata, di sana saya selalu mendorong kursi roda salah satu jamaah yang udzur,” ucapnya.

Lilis bukan satu-satunya calon jamaah haji yang kembali harus bersabar bisa menggenapkan Rukun Islam.

Di Kabupaten Majalengka sendiri, ada 1.150 orang yang sebelumnya siap diberangkatkan ke Tanah Suci, kembali harus menanti tahun depan.

Bisa Refund

Ketua Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi, menjamin, dana calon jemaah haji yang batal berangkat tetap aman.

Namun demikian, para calon jemaah haji pun dapat melakukan pengambilan dana kembali (refund) atau sekadar menarik biaya pelunasannya.

"Insyaallah aman dana jemaah hajinya dan bisa di-refund jika mau batal atau menarik pelunasannya saja," ujar Syam kepada Kompas.com, Kamis (3/6/2021).

Syam mengingatkan, jika melakukan refund maka konsekuensinya para calon jemaah haji tidak akan mendapatkan kuota pada tahun berikutnya pelaksanaan ibadah haji.

Lain halnya para calon jemaah haji yang hanya mengambil dana pelunasan.

"Kalau full (diambil) artinya membatalkan diri dan kuota batal juga. Namun, bila hanya pelunasannya saja sisa untuk kuotanya tidak batal dan masih bisa dicadangkan tahun berikutnya," kata Syam.

Para calon jemaah haji pada tahun ini yang seharusnya dijadwalkan untuk berangkat sebanyak 15 ribu orang berdasarkan data biaya penyelenggara ibadah haji (BPIH).

"Haji khusus yang mendaftar dan melunasi BPIH-nya sekitar 15 ribuan data dari Pak Anggito tadi," ujarnya.

Baca juga: Ibadah Haji 2021 Ditunda, Sudah Menunggu Bertahun-tahun, Begini Perasaan Calhaj di Kuningan

Pemerintah mengumumkan pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi persnya yang disiarkan secara daring, Kamis.

"Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya," kata Yaqut.

Sebelumnya, Yaqut juga mengatakan bahwa sampai Rabu (2/6/2021) kemarin, pemerintah belum mendapatkan kepastian soal pelaksanaan ibadah haji.

Adapun batas waktu penutupan bandara di Arab Saudi yakni pada 14 Juli 2021. (*)

(Eki Yulianto/Tribun Jabar/Kompas.com)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved