Breaking News:

Mamah Muda di Bandung Sembunyikan Sabu Milik Suaminya di Microwave Saat Digeledah Polisi

AKBP Ricky Hendarsyah menggeledah rumah ST dan didapat lagi sisa 871 gram sabu yang disembunyikan AFW di dalam mesin microwave.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurrahman
Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya saat ekspose kasus natkoba di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (3/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pasangan suami istri ditangkap Sat Narkoba Polrestabes Bandung karena diduga menjadi pengedar sabu dari jaringan salah satu lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Jakarta. 

Pasutri berinisial ST dan AFW ini ditangkap bersama tiga rekannya yakni MI, US dan DH di tempat dan waktu berbeda.

Dari ke lima orang itu diamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1.937,95 gram. 

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, personel Satnarkoba berhasil mengungkap jaringan pengedar ini dari pengembangan kasus sebelumnya.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya saat ekspose kasus natkoba di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (3/6/2021).
Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya saat ekspose kasus natkoba di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (3/6/2021). (Tribunjabar.id/Nazmi Abdurrahman)

Dari ke lima pelaku ini, ST menjadi orang pertama yang ditangkap.

Dari ST, tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan istrinya AFW serta MI, US dan DH.

"Kita mengungkap sabu yang mana ini pengembangan dari tertangkapnya ST yang kita dapat satu kilo (sabu). Kemudian kita dapatkan dari AFW. Secara keseluruhan 1.937,95 gram," ujar Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (3/6/2021). 

Dari ST, tim Sat Narkoba yang dipimpin oleh Kasat Narkoba, AKBP Ricky Hendarsyah kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah ST dan didapat lagi sisa 871 gram sabu-sabu yang disembunyikan AFW di dalam mesin microwave.

Baca juga: Pamit Beli Susu Anak Mamah Muda Ternyata Jual Diri, Tewas Dimutilasi dan Dibakar Teman Kencan

"Jadi kita harus bongkar dulu mesin ini (microwave) baru ketahuan. Dan memang istrinya juga ikut serta menyembunyikan barang tersebut," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, ujar Ulung, para tersangka ini baru menerima kiriman paket sabu dari RN alias IKI yang berada di salah satu lapas Jakarta. 

Dalam setahun terakhir, para pelaku ini sudah mendapat kiriman sabu sebanyak tiga kali untuk diedarkan ke sejumlah daerah. 

"Jadi sudah lama juga ini. Kurang lebih setahun mereka mengedarkan," ucapnya. 

Akibat perbuatannya para tersangka yang dikategorikan sebagai pengedar atau kurir dikenakan pasal 114 ayat 2 UU tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana palling singkat hukuman enam tahun dan paling lama 20 tahun.

"Berdasarkan barang bukti yang telah disita, kita telah berhasil menyelamatkan sekitar 9.600 orang dari penyalahgunaan narkotika," katanya. 

Baca juga: Viral Mi Instan Rp 54 Ribu 2 Porsi, Pengelola Kedai di Puncak Bogor Beri Penjelasan Siap Lakukan Ini

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved