Breaking News:

BPBD Sebutkan Sejumlah Titik di Pangandaran yang Paling Rawan Diterjang Tsunami

BPBD Kabupaten Pangandaran menyebut wilayah Pangandaran banyak titik yang sangat rawan terjadi bencana alam tsunami.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
NET
Ilustrasi tsunami 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menyebut wilayah Pangandaran banyak titik yang sangat rawan terjadi bencana alam tsunami.

"Menurut survei ITB bekerjasama dengan badan meteorologi dan Geofisika pada bulan Oktober tahun 2020 ada isu megatrhust."

"Kemudian kami bekerjasama dengan pihak ITB untuk melakukan penelitian, ternyata yang paling banyak itu di Pangandaran," ujar Adang Ismail selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pangandaran saat ditemui Tribunjabar.id di satu hotel di Pangandaran sewaktu sosialisasi bencana bersama Jamtani, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: 3 Surah yang Kerap Dibaca Rasulullah SAW Saat Shalat Tahajud, Coba Baca Saat Shalat Sepertiga Malam

Pangandaran bagian pantai barat itu, lanjut Ia, yakni 80 kilometer dari permukaan atau bibir pantai.

Kemudian setelah pantai barat, selanjutnya wilayah Parigi, Bojongsalawe (bojes), Batu Karas Cijulang, dan juga pantai Madasari hingga kesik luhur kertaraharja.

"Semua lokasi tersebut merupakan daerah pantai dan paling rawan terjadi tsunami. Alasannya, karena berada di daerah lepas, apalagi pantai barat," katanya. 

Sehingga pihaknya, beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk petani, pemilik hotel, restoran, dan juga terhadap pelaku usaha wisata.

Baca juga: Penantian 10 Tahun Pasangan Suami Istri Asal Ciamis Ini Kembali Batal Berangkat Haji Karena Covid-19

"Seperti dari 350 pemilik hotel itu, semua kami lakukan sosialisasi untuk antisipasi dan selalu siap siaga."

"Karena menurut penelitian, Pangandaran itu paling rawan di pantai selatan dari mulai Pacitan," kata Adang.

Makanya, tambah Ia, khusus setiap tanggal 26, pihaknya melakukan sosialisasi sekaligus simulasi untuk kebencanaan terutama di daerah-daerah pantai.

Ini sesuai amanat dari BPBN pusat, dan gayung bersambut Bupati Pangandaran juga sudah mencanangkan hal tersebut.

Seperti yang dilakukan tanggal 26 Mei kemarin, sosialisasi dan simulasi di pantai barat dan timur.

"Memang, sepanjang 91 kilometer pantai itu semuanya rawan. Namun yang paling rawan itu pantai barat, Bojong salawe, Batu Karas dan Madasari."

"Kalau seperti pantai Karapyak itu masih terhalang Nusakambangan, dan Pananjung. Jadi, agak terhalang lah," kata Adang. *

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved