Breaking News:

Risma Tanggapi Santai Bupati Alor yang Marah-marah Soal PKH, Ini Kata Menteri Sosial

Risma mengatakan ia tidak memiliki kepentingan apapun dan tidak ada maksud apapun selain membantu masyarakat terdampak bencana.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Video Bupati Alor NTT Amon Djobo tampak memarahi staf Kementerian Sosial RI. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menanggapi santai video yang menayangkan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Amon Djobo, yang marah terhadap Mensos terkait pemberian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan menganggap Kementerian Sosial tidak menghargai Pemkab Alor.

"Tak jelaskan ya, jadi sebetulnya itu bantuan bukan PKH, tapi bantuan untuk bencana. Jadi kalau bantuan untuk bencana, gimana kita saat itu, saya sendiri, saya ngirim barang saat itu, dari Jakarta jauh. Kita kepingin cepat," kata Risma menanggapi diawali dengan tertawa, di sela kegiatannya di Kota Bandung, Rabu (2/6).

Akhirnya, Risma mengatakan pihaknya mencoba mengirimkan bantuan bencana tersebut dari Surabaya.

Namun saat itu, pelayaran tidak bisa masuk ke pulau yang terdampak bencana itu.

"Saya hubungi bagaimana kondisi di sana, karena hampir seluruh NTT kena. Saya hubungi kepala dinas, staf saya, tidak ada yang bisa karena memang saat itu jaringan terputus. Saya tanya siapa yang bisa saya hubungi saat itu, kemudian adalah Ketua DPRD menyampaikan butuh bantuan, tapi tidak bisa," katanya.

Seperti diketahui, katanya, Alor adalah salah satu wilayah yang paling parah kondisinya terkena bencana, setelah Adonara dan Lembata, juga Sumba Timur. 

"Nah, kemudian saya masih punya bukti WA, bahwa saya tidak punya niat apapun. Terus, begitu barang tidak bisa masuk, beliau (Ketua DPRD) nawarkan, Bu, itu ada paket dari Dolog (Depot Logistik) yang ibu bisa ganti, karena kita tidak bisa merapat karena cuacanya buruk, sehingga syahbandar tidak bisa melaut, kapal-kapal semua berhenti," katanya.

Kemudian, katanya, ada persediaan dari Dolog yang bisa disebarkan. 

"Kemudian disebarkanlah karena kami tidak bisa, karena banyak sekali saat itu, kami tidak bisa kontak siapapun di situ. Seperti itu. Akhirnya ya sudahlah dibagi," katanya.

Baca juga: VIRAL Dua Staf Risma Dimarahi Bupati Alor, Gegara Soal Santunan Kemensos untuk Korban Siklon Seroja

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved