Breaking News:

Kangen Wisata ke Bandung? Mulai Rabu, Tempat Wisata yang Sempat Tutup Akibat Covid-19 Buka Lagi

Mulai tanggal 2 Juni enam objek wisata di Kota Bandung yang sempat ditutup boleh kembali buka.

(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Pengunjung melihat harimau Sumatera di Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu (24/12/2017). Memasuki liburan panjang sekolah tempat wisata di Kota Bandung diserbu pengunjung dari dalam dan luar Kota. Diperkirakan akan ramai hingga akhir tahun. 

"Positivity rate itu terkendali di angka 7,36, kita pernah di angka 11. Jadi sekarang masih terkendali, cuma yang menjadi catatan itu orang yang dirawat sekarang 66 persen (tingkat okupansi ruang isolasi)," ujar Ema.

Menurut Ema, meningkatnya jumlah pasien yang bergejala itu tidak sera merta menunjukkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh maraknya mobilitas masyarakat saat suasana Lebaran.

Baca juga: RSHS Bersiap Hadapi Potensi Lonjakan Pasien Covid-19, 318 Tempat Tidur Disiapkan

Baca juga: AWAS, Jabar Kembali Siaga Satu Covid-19, Tingkat Keterisian Ruang Isolasi di Rumah Sakit Naik

Lakukan Early Warning

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat masih berupaya mengakselerasi industri kepariwisataan untuk mendongkrak perekonomian, di samping mengendalikan penyebaran Covid-19.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, mengatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota melakukan early warning melalui penerapan protokol kesehatan dan pengetesan. Kebijakan yang dilakukan secara disiplin oleh pengelola maupun pengunjung merupakan salah satu kunci industri pariwisata bisa berbenah di masa pandemi.

“Di sektor pariwisata yang memang kita sekarang dalam rangka pemulihan. Menunu tahun 2022, kita berharap nanti ada sebuah penormalan-penormalan, ini juga diawali dengan pemulihan kita punya strategi-strategi,” ucap dia melalui ponsel, Minggu (30/5).

Early warning di sejumlah tempat wisata sendiri, katanya, dilakukan dengan penegakan prokes, sekaligus pengetesan secara acak kepada pengunjung. Early warning ini biasanya diperketat pada akhir pekan dan masa libur, sesuai tingkat keterisian tempat wisata yang meningkat di masa libur.

Kemudian, katanya, dilakukan juga dengan cara melakukan sterilisasi seminggu sekali. Dalam sehari, tempat wisata ditutup untuk dilakukan pembersihan lokasi dengan desinfektan. 

Pekan ini pun diperkirakan terjadi peningkatan kunjungan ke tempat wisata di Jabar berkaitan dengan libur nasional. Yakni 30 Mei dan 1 Juni 2021, sedangkan 31 Mei menjadi "hari kejepit". Pengetatan prokes pun dilakukan di hotel dan penginapan sebagai upaya antisipasi wisatawan yang melakukan staycation.

Disparbud Jabar dan Satgas Covid-19 bersama kabupaten kota melakukan early warning untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat wisata. Penegakan protokol kesehatan hingga pengetesan rapid antigen terus dipantau di 108 titik destinasi wisata yang tersebar di 27 kabupaten kota. Rapid test antigen yang sudah disiapkan ada sebanyak 37 ribu alat

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved