Breaking News:

Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka Pulang Setelah 17 Tahun, Nangis Saat Bersimpuh di Kaki Neneknya

mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini sebelumnya dianggap telah syahid, setelah hilang tertangkap TNI pada 17 tahun silam.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Serambinews
Mantan Kombatan GAM wilayah Pereulak, Wan Jawiw dipeusijuk oleh neneknya begitu tiba di rumah Gampong Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, Kamis (27/5/2021) malam. Wan Jawiw menghilang dan dianggap telah syahid sejak ditangkap TNI dari kesatuan Marinir pada Oktober 2003 silam. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDA ACEH - Kepulangan Anwar alias Wan Jawiw (38) mengejutkan warga Gampong Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

Wan Jawiw tiba pada Kamis malam (27/5/2021) dan hingga Jumat malam kemarin (28/5/2021), rumahnya masih ramai didatangi warga.

Maklum, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu sebelumnya dianggap telah syahid, setelah hilang tertangkap TNI pada 17 tahun silam.

Baca juga: Senjata Andalan Teroris KKB Papua Dicuri dari Helikopter yang Jatuh, Dipakai untuk Serang TNI

Suasana haru pun langsung menyelimuti begitu Wan Jawiw tiba di rumah neneknya. Isak tangis pecah.

Untuk diketahui, anggota keluarga Wan Jawiw yang tersisa hanyalah adik-adik dan neneknya yang berusia 90 tahun.

Sejak kecil ia dirawat oleh sang nenek karena ibunya telah lama meninggal dunia. Sedangkan ayahnya meninggal belakangan.

Anggota keluarganya bergantian memeluk dirinya. Wan Jawiw kemudian bersimpuh di kaki neneknya.

"Kamoe berterima kasih that bang keu ureung droe neuh," ujar adik Wan Jawiw kepada Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky.

Iskandar kemudian menjelaskan bahwa kepulangan Wan Jawiw berkat doa seluruh keluarga dan kerja sama antara pihaknya dengan Sagoe Sweden.

"Lon ucapkan krue semangat dan katroeh u nanggroe. Jinoe loen serahkan bak ureung droe neuh yang na di Sagoe Sweden," ujar Al-Farlaky. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved