Breaking News:

Minat Jemaah Ikuti Salat Gerhana di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon Diklaim Cukup Tinggi Karena Hal Ini

Ia bersyukur animo masyarakat cukup tinggi meski baru disosialisasikan hanya dua - tiga hari lalu.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah jemaah saat menunaikan Salat Gerhana Bulan di Masjid Raya At-Taqwa, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu (26/5/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Antusiasme umat muslim mengikuti salat gerhana di Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon diklaim cukup tinggi.

Salat sunah yang dilaksanakan saat berlangsungnya fenomena gerhana bulan itu tampak diikuti ratusan orang.

Ketua DKM At-Taqwa Kota Cirebon, Ahmad Yani, mengatakan, tingginya antusias jemaah mengikuti salat gerhana dikarenakan keriduan mereka terhadap Ramadan yang berlalu belum lama ini.

Selain itu, menurut dia, dipengaruhi banyaknya ujian yang diberikan Allah Swt termasuk pandemi Covid-19.

"Hal itu membuat kita semua semakin mendekatkan diri ke hadirat Allah Swt," kata Ahmad Yani saat ditemui usai pelaksanaan salat gerhana di Masjid Raya At-Taqwa, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu (26/5/2021) malam.

Baca juga: Pemkot Cirebon Tak Ingin Terlalu Membatasi Kegiatan Peribadatan, Sekda: Yang Penting Disiplin Prokes

Baca juga: DUKA CITA Mendalam Ratusan Warga Iringi Pemakaman Jenazah Bidan yang Tewas Ditusuk Suami di Cianjur

Baca juga: Melihat Fenomena Gerhana Bulan Total di Langit Majalengka, Risma: Anak Saya juga Sangat Antusias

Ia bersyukur animo masyarakat cukup tinggi meski baru disosialisasikan hanya dua - tiga hari lalu.

Salat gerhana itu tampak diimami oleh Faturahman Al Hafidz, dan khatibnya ialah Wakil Ketua DKM At-Taqwa, M Taufiq.

Pihaknya memastikan pelaksanaan salat gerhana tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Terlebih saat ini Kota Cirebon merupakan satu-satunya daerah di Jawa Barat yang berstatus zona merah Covid-19.

"Dari awal pandemi, kami selalu mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19," ujar Ahmad Yani.

Di antaranya, digulungnya karpet Masjid Raya At-Taqwa, pengecekan suhu tubuh jemaah sebelum memasuki masjid, penyediaan wastafel dan hand sanitizer di areal masjid, serta lainnya.

Pria yang akrab disapa Kang Yani itu pun menyampaikan, fenomena gerhana bulan merupakan bukti kebesaran Allah Swt dan betapa kecilnya umat manusia.

"Salat sunah ini sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus ikhtiar dan doa kita agar terhindar dari bencana, karena fenomena gerhana ini hanya sebentar, jika terlalu lama maka mengakibatkan bencana," kata Ahmad Yani.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved