Breaking News:

Nelayan Pakai Bahan Peledak Ditangkap

VIDEO - Tangkap Ikan Pakai Bahan Peledak, 6 Nelayan Asal Indramayu Dibekuk Ditpolairud Polda Jabar

mereka terbukti menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan di perairan Kabupaten Indramayu.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Direktorat Polairud (Ditpolairud) Polda Jabar membekuk enam nelayan asal Kabupaten Indramayu.

Sebab, mereka terbukti menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan di perairan Kabupaten Indramayu.

Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, mengatakan, enam nelayan tersebut berinisial MZ (32), WA (35), WB (32), PK (26), KA (19), dan KB (40).

Menurut dia, para tersangka dibekuk di perairan Kecamatan Cantigi, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (19/5/2021) kira-kira pukul 19.30 WIB.

"Keenam tersangka ini diamankan saat jajaran kami tengah berpatroli di perairan Indramayu," ujar Widihandoko saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021).

Ia mengatakan, dari hasil patroli yang dilaksanakan hingga pukul 22.30 WIB itupun didapat enam nelayan yang diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak.

Saat itu, petugas yang memeriksa barang bawaan enam nelayan tersebut menemukan bahan peledak yang dikemas dalam toples, plastik bening, hingga botol kecil.

Selain itu, para tersangka juga diamankan di titik koordinat atau lokasi yang berbeda-beda di wilayah perairan Cantigi, Indramayu.

"Mereka langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan dilarang," kata Widihandoko.

Baca juga: Sudah 6 Tahun TKW Asal Majalengka Dipenjara di Arab, Pemkab Baru akan Telusuri Berkas Aduan Nenah

Baca juga: Wali Kota Tak Bangga Kota Cirebon Jadi Satu-satunya Zona Merah Covid-19 di Jabar

Baca juga: Terancam Hukuman Berat Dirpolairud Polda Jabar Imbau Nelayan Indramayu Tak Gunakan Bahan Peledak

Widihandoko menyampaikan, selain bahan peledak, sejumlah barang bukti lainnya juga turut diamankan dari enam nelayan tersebut.

Di antaranya, dua unit perahu berukuran 3 GT, genset, jeriken, lampu, ponsel, stop kontak, aki, kabel, dan lainnya.

Para tersangka juga dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak dan Senjata Api serta diancam hukuman 20 tahun penjara.

"Mereka juga dijerat UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, ancaman hukuman maksimalnya enam tahun penjara serta denda Rp 1,2 miliar," ujar Widihandoko.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved