Senin, 4 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Uang Rp 78,5 Miliar dan Rp 26,9 Miliar Disebar Pemprov Jabar untuk Dana Operasional Ini di Daerah

Pemda Provinsi Jabar menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp 78,5 miliar untuk operasional 49.509 Posyandu dan operasional Pokja di 5.312 desa di Jawa

Tayang:
Editor: dedy herdiana
Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemda Provinsi Jabar menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp 78,5 miliar untuk operasional 49.509 Posyandu dan operasional Pokja di 5.312 desa di Jawa Barat.

Bantuan keuangan tersebut diberikan untuk menjaga performa Posyandu dalam memberikan layanan dasar kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 26,9 miliar untuk membantu operasional 27 Pokjanal (Kelompok Kerja Operasional) Posyandu Kabupaten dan Kota, 627 operasional Pokjanal Posyandu Kecamatan, 645 Pokja Kelurahan, dan operasional 10.194 Posyandu Kelurahan.

Baca juga: Kota Cirebon Zona Merah, Ridwan Kamil Minta Semua Fokus Tangani Covid-19 di Kota Udang

Baca juga: Begini Respon Ridwan Kamil Soal Menara Kujang Sapasang: ‘Kompensasi’ bagi Warga Jatigede

"Hari ini kita mulai sebuah proses yang sudah lengkap yaitu pemberian hibah untuk lebih dari lima ribuan Posyandu se-Jabar, kepada 300.000 Kader Posyandu yang tersebar. Ada hibah Rp 78,5 miliar untuk kader dan Rp 26,9 miliar untuk kabupaten/kota sebagai pembina Posyandu se-Jabar," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meluncurkan Pendamping Posyandu Juara di Horison Green Forest Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (25/5/2021)

“Saya titipkan bahwa definisi Jabar Juara itu SDM-nya harus memiliki empat nilai. Fisiknya sehat, otaknya cerdas, berahlakul karimah, dan rajin ibadah,” tambahnya.

Kang Emil juga menuturkan, selain menciptakan SDM yang memiliki fisik yang sehat, Pendamping Posyandu berperan penting dalam menekan angka kasus stunting di Jabar.

“Kedua saya titip stunting Jabar harus minim. Dari 30 persen di awal jabatan, sekarang sudah 26 persen dan terus sampai suatu hari nol stunting,” tuturnya.

Baca juga: SIAP-siap Pemudik Bandel Bakal Dikarantina di Posyandu Desa, Diperkirakan Jumlah Pemudik Membeludak

Baca juga: SELEKSI CPNS 2021, Mau Tahu Formasi dan Kuota CPNS Majalengka, Ini Kata BKPSDM

Demi menangani stunting di Jabar, kata Kang Emil, manajemen data harus terus diperkuat. Salah satunya dengan melakukan digitalisasi terkait manajemen data. Oleh karena itu, ia berpesan kepada Pendamping Posyandu untuk meningkatkan literasi digital.

“Untuk pengelolaan manajamen data secara digital di Kabupaten Sumedang sudah saya titipkan. Kemudian juga kepada daerah-daerah yang Posyandu-nya belum banyak, itu harus terus ditingkatkan, sehingga akhirnya tidak ada bayi yang lahir di Jabar yang tidak tersentuh oleh program kesehatan,” katanya.

Kang Emil mengatakan Pendamping Posyandu memiliki tugas penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Selain memastikan balita mendapatkan gizi dan nutrisi yang cukup, Pendamping Posyandu berperan penting dalam mencegah stunting. Pendamping Posyandu mempunyai kontribusi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Karena kita akan bertemu di tahun 2045, di mana mereka yang lahir hari ini akan berusia 20-25 tahun. Dan tahun tersebut (2045), Indonesia akan menjadi negara adidaya. Asalkan produktif dan kompetitif anak mudanya," kata Kang Emil.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved