Breaking News:

Ubah Laku

Warga yang Sempat Mudik Diminta Segera Rapid Test Antigen, Cegah Penyebaran Covid-19

Pemkot Cimahi meminta masyarakat yang sempat melakukan perjalanan mudik pada libur lebaran lalu agar segera melakukan rapid test antigen

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa/covid-19.cimahikota.go.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi meminta masyarakat yang sempat melakukan perjalanan mudik pada libur lebaran lalu agar segera melakukan rapid test antigen supaya diketahui kondisinya secara pasti. 

TRIBUNCIREBON.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi meminta masyarakat yang sempat melakukan perjalanan mudik pada libur lebaran lalu agar segera melakukan rapid test antigen supaya diketahui kondisinya secara pasti.

Hal tersebut harus dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Sebab, dengan tes tersebut akan diketahui hasilnya. Jika positif, maka akan dilakukan penanganan.

"Untuk masyarakat yang belum rapid test antigen ini diimbau segera tes apalagi yang sebelumnya keluar kota dan merasa ragu dengan kondisinya maka periksa. Kita juga sedang menunggu data dari RW soal jumlah warga yang sempat mudik," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, sebagaimana dilansir dari covid-19.cimahikota.go.id, Minggu (23/5/2021).

Baca juga: Kota Cimahi Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Dicek Suhu Tubuh, Cuci Tangan & Jaga Jarak

Baca juga: Begini Cara Cek Kolesterol pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Jika Anak Punya Kolesterol Tinggi

Teranyar, ungkap Ngatiyana, ada 21 orang positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test antigen massal yang dilaksanakan di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah pada Minggu (23/5/2021).

"Dari 400 orang sampel, ternyata ada 21 yang positif COVID-19. Ini rata-rata klaster keluarga karena ada yang sekeluarga 3 orang dan 4 orang," terang Ngatiyana.

Ngatiyana mengatakan jika dari 21 orang yang positif COVID-19 tersebut, beberapa di antaranya ada yang baru saja melakukan perjalanan mudik. Ada juga warga luar daerah yang kebetulan sedang berada di Kota Cinahi.

"21 orang ini ada yang baru mudik dan ada yang orang luar Cimahi tapi kerja dan tinggal di Cimahi. Ada yang orang Bogor dan Cianjur tapi kerja di sini. Lalu ada yang dari Baleendah dan kuliah di sini," beber Ngatiyana.

Pihaknya berupaya melakukan pelacakan sejak dini dengan melaksanakan rapid test antigen masif.
"Makanya kita lakukan rapid test antigen ini karena khawatir ada lonjakan kasus baru usai lebaran dan memang terbukti," kata Ngatiyana.

Ngatiyana menyebut tidak menutup kemungkinan Kota Cimahi bisa kembali masuk ke zona merah sebaran COVID-19. Namun pihaknya berupaya agar hal tersebut tidak terjadi.

"Kita lihat nanti saja, karena sekarang kan masih zona oranye. Kita lakukan segala upaya antisipasi, seperti dengan tes masif dan menutup tempat umum yang menimbulkan kerumunan supaya tidak jadi lonjakan kasus transmisi lokal," tukas Ngatiyana.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, drg. Pratiwi menambahkan, warga yang diketahui hasilnya positif COVID-19 tersebut saat ini langsung diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri karena termasuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Yang datang dan ikut rapid test antigen lalu positif di sini semuanya OTG. Jadi mereka diisolasi mandiri. Karena kan ada satu keluarga itu ayah, ibu, sama anaknya. Mereka itu yang terpapar dari saudaranya yang positif waktu kumpul pas lebaran," jelasnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved