Breaking News:

Nelayan Pakai Bahan Peledak Dibekuk

Terancam Hukuman Berat Dirpolairud Polda Jabar Imbau Nelayan Indramayu Tak Gunakan Bahan Peledak

Selain itu, ancaman hukuman bagi pelaku yang terbukti melakukan tindakan destructive fishing semacam itupun sangat berat.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, beserta jajarannya saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, mengimbau para nelayan yang hingga kini masih menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan segera berhenti.

Sebab, penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun bahan kimia lainnya dapat merusak ekosistem laut.

Selain itu, ancaman hukuman bagi pelaku yang terbukti melakukan tindakan destructive fishing semacam itupun sangat berat.

"Ancaman hukumannya tidak main-main, dipenjara 20 tahun sampai seumur hidup," ujar Widihandoko saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Modus Nelayan Indramayu Masukan Bahan Peledak ke dalam Botol Plastik untuk Diledakan di dalam Air

Baca juga: Para Nelayan Indramayu Mangaku Gunakan Bahan Peledak hanya untuk Menangkap Ikan Teri

Ia juga meminta nelayan di pantai utara (pantura) dan pantai selatan (pansela) Jawa Barat tidak mencari ikan menggunakan bahan peledak.

Bahkan, Widihandoko mewanti-wanti bagi nelayan yang masih menggunakan bahan peledak segera berhenti sekarang juga.

"Saya meminta segera berhenti demi kelangsungan hidup para nelayan ke depannya," kata Widihandoko.

Menurut dia, penggunaan bahan peledak tidak hanya membunuh ikan yang dewasa dan siap ditangkap untuk dikonsumsi.

Namun, benih ikan yang belum siap panen pun akan musnah dan habis tak tersisa.

Kondisi semacam itu membuat biota laut tidak ada lagi sehingga dikhawatirkan nelayan tidak mendapat hasil laut dalam beberapa waktu ke depan.

"Kehidupan anak cucu kita di masa depan akan terancam, karena mereka tidak dapat mencari nafkah di laut lagi," ujar Widihandoko.

Baca juga: PENGAKUAN Guru SD yang Kepergok Berduaan Dengan Cewek 16 Tahun di Kamar Mandi Sekolah: Jatuh Cinta

Baca juga: Bidan Imas Teriak Minta Tolong Usai Ditusuk Sang Suami, Meregang Nyawa hingga Tewas di Ambulan

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved