Breaking News:

PMI Asal Majalengka Dituduh Membunuh

Nenah TKW Asal Majalengka Dituntut Hukuman Mati, Badan Nenah pun Kurus Kering, Sering Disiksa di Sel

Nung mengaku, selama tujuh tahun lamanya berusaha membebaskan adiknya tersebut, ia sudah meminta ke berbagai orang maupun lembaga.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Nung Arminah (41), kakak kandung dari Nenah Arsinah PMI asal Majalengka yang dituntut hukuman mati karena dituduh membunuh sopir majikannya 

Namun, kondisi pihak keluarga saat ini, membuat pembebasan untuk Nenah sulit dilakukan.

"Nenah juga kemarin pas lebaran cerita, ingin segera pulang. Mau lebaran di rumah, mau tahu keadaan di rumah sekarang gimana. Terus nangis Nenah," ucapnya.

Nung mengaku, selama tujuh tahun lamanya berusaha membebaskan adiknya tersebut, ia sudah meminta ke berbagai orang maupun lembaga.

Namun, sampai saat ini belum ada yang bisa membantu.

Beruntung, saat ini pihak keluarga sudah mendapatkan bantuan dari Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) untuk mencoba meringankan bahkan membebaskan Nenah.

"Semoga siapa pun yang dapat menolong adik saya, dipermudah urusannya. Saya di rumah hanya bisa berdoa agar Nenah segera pulang secepatnya dan selamat," jelas dia.

Baca juga: Cerita Keluarga TKW Majalengka yang Dituntut Hukuman Mati di Dubai, Yakin Nenah Tidak Bersalah

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved