Breaking News:

Pengedar Uang Palsu di Indramayu Diciduk

Terbongkar, Tersangka Jual Rp 1 Miliar Uang Palsu Seharga Rp 5 Juta, Pelaku Cetak Rp 24 Miliar

menurut pengakuan para tersangka, ada sebanyak Rp 24 miliar uang palsu yang mereka cetak sejak Januari 2020 lalu

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Polres Indramayu membongkar sindikat pengedar uang palsu di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kasus pengedaran uang palsu di Kabupaten Indramayu masih akan terus didalami polisi.

Mengingat jumlah, nominal uang palsu yang dicetak para tersangka dalam jumlah besar.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang didampingi Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021).

AKBP Hafidh Susilo Herlambang mengatakan, menurut pengakuan para tersangka, ada sebanyak Rp 24 miliar uang palsu yang mereka cetak sejak Januari 2020 lalu hingga akhirnya terendus polisi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polres Indramayu Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Senilai Rp 11 Miliar Lebih

Baca juga: Detik-detik Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu di Indramayu, Empat Orang Diringkus

Polres Indramayu membongkar sindikat pengedar uang palsu di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021)
Polres Indramayu membongkar sindikat pengedar uang palsu di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021) (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Beberapa di antaranya sudah terlanjur beredar dan polisi berhasil mengamankan senilai Rp 11.500.000.000 sebagai barang bukti.

"Uang palsu ini di antaranya dijual kepada warga Lampung (identitasnya belum 
diketahui) sebanyak Rp 1 miliar seharga Rp 5 juta," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Sementara ini, diketahui sudah ada sebanyak 4 orang tersangka yang diamankan.

Mereka adalah CAR (52) warga Kecamatan Lelea dan SAM (42) warga Kecamatan Lohbener, keduanya bertindak sebagai pengedar.

Dua tersangka lainnya, berperan sebagai pencetak uang palsu, yaitu GUF (45) warga Kecamatan Bongas dan IM (46) warga Kecamatan Wuluhan Jember Jawa Timur.

Adapun untuk modus operandi yang dilakukan para tersangka, mereka mengaku mencetak uang palsu untuk keuntungan pribadi.

Hal itu mereka lakukan dengan modus ritual penggandaan uang.

"Kebetulan tersangka yang tertangkap sudah 4 orang dan akan kita lakukan pengembangan kembali," ujar dia.

Baca juga: Gadis SMP Tak Mau Pulang ke Rumah Usai Lebaran, Ternyata Kerap Dibuat Tak Berdaya oleh Ayah Tirinya

Baca juga: Jasad Dua Gadis Diperkosa Sopir Truk Usai Dibunuh, Kenalan Lewat Facebook Lalu Diajak Ketemuan

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved