Breaking News:

La Nyalla Kecam Keras Penjualan Vaksin Covid-19 Ilegal yang Dilakukan Oknum Dokter dan ASN di Sumut

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengecam penjualan vaksin Covid-19 secara ilegal tersebut.

Editor: Mumu Mujahidin
SHUTTERSTOCK
vaksin: La Nyalla Kecam Keras Penjualan Vaksin Covid-19 Ilegal yang Dilakukan Oknum Dokter dan ASN di Sumut 

TRIBUNCIREBON.COM - Dua oknum dokter dan seorang Aparatur Sipil Negara ( ASN) jual vaksin-covid-19' title=' vaksin Covid-19'> vaksin Covid-19 secara ilegal di Sumatera Utara.

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengecam penjualan vaksin-covid-19' title=' vaksin Covid-19'> vaksin Covid-19 secara ilegal tersebut.

Menurutnya perbuatan tersebut tak bisa dibenarkan.

Senator asal Jawa Timur itu menyesalkan tindakan oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi di saat pandemi.

"Perbuatan dokter dan ASN di Sumatera Utara yang menjual vaksin-covid-19' title=' vaksin Covid-19'> vaksin Covid-19 secara ilegal, sangat mencederai rasa kemanusiaan. Apalagi dilakukan di saat kita melawan wabah agar bisa segera keluar dari pandemi," kata La Nyalla melalui keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Para pelaku diketahui memanfaatkan jatah vaksin untuk tenaga Lapas dan warga binaan untuk dijual ke pihak lain.

Pelaksanaan vaksinasi ilegal dengan nilai suap sebesar Rp 238,7 juta itu, telah melanggar program vaksinasi pemerintah.

"Tindakan ini merusak alur pemberian vaksin. Dan vaksin yang dijual Rp 250 ribu per dosisnya tersebut telah diberikan kepada 1.085 orang secara ilegal," ujarnya.

Yang membuat LaNyalla tambah geram, tindakan ini dilakukan oleh oknum-oknum yang bekerja secara stabil ekonominya dan dibantu seorang perantara.

"Dokter kan penghasilan cukup, ASN juga bukan salah satu profesi yang tidak terlalu terdampak pandemi secara ekonomi. Tapi saya betul-betul menyayangkan apa yang dilakukan pelaku karena mereka masih mencoba mencari keuntungan di saat pelaku UKM, orang-orang yang bekerja di sektor usaha, hiburan, dan lainnya mencoba bertahan hidup di tengah pandemi," kata La Nyalla.

Untuk itu, mantan Ketum PSSI ini meminta agar polisi mengungkap tuntas kasus yang telah menjadi perhatian publik itu.

"Polisi bekerja sama dengan Satgas Covid-19 daerah harus ketat melakukan pengawasan. Karena dikhawatirkan dugaan korupsi ini terjadi di daerah lain. Kita harus sama-sama memastikan program vaksinasi berjalan dengan lancar," ucapnya.

Kepada masyarakat, La Nyalla meminta agar bersabar menunggu pemberian vaksin. Dia mengingatkan pemerintah telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh rakyat.

"Bahkan Presiden Joko Widodo terus berupaya mengamankan stok vaksin. Tapi karena jumlah warga negara kita kan banyak, jadi memang memerlukan waktu. Tapi percayalah, semua pasti akan mendapatkan jatah vaksin sesuai dengan waktunya. Pemerintah sudah memperhitungkan sebaik mungkin," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved