Jasad Dua Gadis Diperkosa Sopir Truk Usai Dibunuh, Kenalan Lewat Facebook Lalu Diajak Ketemuan

Satu persatu kasus pembunuhan dan pemerkosaan dua gadis tersebut diungkap aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews
Ilustrasi - Jenazah Dua Gadis Diperkosa Sopir Truk Usai Dibunuh, Kenalan Lewat Facebook Lalu Diajak Ketemuan 

TRIBUNCIREBON.COM - Seorang sopir truk membunuh dan memperkosa dua gadis muda di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Satu persatu kasus pembunuhan dan pemerkosaan dua gadis tersebut diungkap aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaku adalah YT alias T (41) pria asal Desa Camplong 2, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT seorang sopir truk.

Sementara dua korban pembunuhan yakni Yuliani Apriani Welkis alias Nani (19), gadis asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang dan MB (18) siswi SMA asal Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. 

Pria yang berprofesi sebagai sopir truk itu, membunuh dan memerkosa dua perempuan itu dengan motif dan modus operandi yang sama.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, kepada Kompas.com, Sabtu (22/5/2021).

Modus pelaku, rayu korban di Facebook, lalu ajak ketemuan

Menurut Krisna, modus yang digunakan pelaku yakni berkenalan dengan para korban melalui media sosial Facebook, kemudian merayu dan mengajak ketemu.

Saat bertemu itulah, pelaku langsung memaksa korban untuk melayani nafsu birahi pelaku.

Karena korban menolak, pelaku kemudian mengambil pisau dan membunuh korban. Setelah itu pelaku lalu menyetubuhi korban.

Nani dibunuh di dalam hutan di wilayah Batakte, Kecamatan Kupang Barat, pada Jumat (14/5/2021).

Sedangkan MB dibunuh di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, pada Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Gadis SMP Tak Mau Pulang ke Rumah Usai Lebaran, Ternyata Kerap Dibuat Tak Berdaya oleh Ayah Tirinya

Baca juga: Sakit Hati Sopir Angkot di Jakarta Bakar Hidup-hidup Rekannya, Siram Korban dengan Bensin Satu Ember

"Pisau yang dipakai untuk membunuh dua korban ini menggunakan pisau yang sama,"ungkap Krisna.

Pisau barang bukti pembunuhan dibawa kemana-mana oleh pelaku Menurut Krisna, pisau itu selalu dibawa oleh pelaku YT bila keluar rumah dan bekerja.

Saat membawa para korban, pisau itu diselipkan di bagian pinggang. Usai membunuh para korban, pelaku kembali menyimpan pisaunya, sehingga akhirnya saat dibekuk polisi, pelaku sedang membawa pisau miliknya.

Pisau itu kemudian jadi barang bukti bersama sejumlah barang bukti lainnya. Dua kasus ini lanjut Krisna, akan diserahkan ke Polres Kupang untuk proses hukum lebih lanjut.

Krisna menjelaskan, pelaku akhirnya ditangkap, setelah polisi melakukan pemeriksaan selama empat hari terhadap sejumlah saksi.

Selain itu juga, melalui kamera CCTV yang terpasang di kos-kosan korban serta pemantauan melalui pergerakan nomor ponsel.

Baca juga: Terungkap Motif ART Asal Indramayu yang Culik Anak Prajurit Kodam Jaya, Ternyata Karena Ini

Baca juga: Hilang 6 Hari, 4 Cewek ABG di Palembang Bohongi Orang Tua Beli Makanan, Ternyata Lakukan Ini

Mayat membusuk di hutan, ternyata dibunuh sopir truk

Sebelumnya, Januario Amtiran (18), warga Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkejut lantaran menemukan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas.

Ironisnya, mayat itu sudah dalam kondisi hancur, membusuk dan dipenuhi belatung.

Jaruario menemukan mayat itu, saat melakukan pemetaan lokasi untuk perusahaan PT Dwimukti Graha Elektrindo bersama rekannya Arif Purwanto (38).

"Penemuan mayat tanpa identitas itu tadi sore, sekitar puku 14.15 WITA," ungkap Pejabat Humas Polres Kupang Aiptu Randy Hidayat, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (17/5/2021) malam.

Mayat perempuan itu, akhirnya terungkap identitasnya, setelah pihak keluarga mengenali jenazah.

Jenazah itu diketahui bernama Yuliani Apriani Welkis alias Nona (19), warga Dusun Tuasene, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Noelmina, Kornelis Riwu Djita, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (18/5/2021) petang.

"Betul itu warga saya. Tadi malam jenazahnya sudah diambil oleh keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sopir Truk Bunuh dan Perkosa Mayat 2 Gadis, Polisi: Pelaku Pakai Pisau yang Sama, Korban Dirayu di Facebook"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved