Breaking News:

Setelah 4 Tahun Menanti, 1.758 KK Korban Gempa Asal Pamarican Segera Dapat Bantuan Dana Stimulan

1.758 KK warga dari 14 desa di Kecamatan Pamarican korban gempa 6,9 SR Jumat (15 Desember 2017 lalu, segera mendapat bantuan dana stimulan

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Andri M Dani
Untuk kesekian kalinya warga Pamarican  korban gempa 2017 mendatangi DPRD Ciamis mempertanyakan dana bantuan gempa yang tidak kunjung cair. Terakhir para korban gempa yang didampingi beberapa kades serta Camat Pamarican tersebut mendatangi DPRD Ciamis, Jumat (21/5) sore diterima oleh Komisi D DPRD Ciamis.  Tribunjabar.id, Andri M Dani 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM,CIAMIS – Sebanyak 1.758 KK warga dari 14 desa di Kecamatan Pamarican korban gempa 6,9 SR Jumat (15 Desember 2017 pukul 23.30 menjelang tengah malam) 4 tahun lalu segera mendapat bantuan dana stimulan untuk perbaikan rumah (dana rehab rekon).

Besarnya Rp 5 juta untuk rumah yang mengalami rusak berat, Rp 2,5 juta untuk rumah yang rusak sedang dan Rp 1 juta/rumah yang mengalami rusak ringan.

“Dijadwalkan awal Agustus nanti sudah bisa cair langsung ke rekening penerima bantuan. Sekarang tahap validasi dan verifikasi data,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Drs H  Dadang Darmawan Msi di hadapan sejumlah korban gempa asal Pamarican yang melakukan audiensi dengan Komisi D DPRD Ciamis, Jumat (21/5/2021) sore.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 6,2 Mengguncang Blitar Pukul 19.09, Getaran Terasa Hingga ke Solo-Yogya

Baca juga: Gempa Bumi dan Tsunami Mengancam Pulau Nias, BNPB Imbau Masyarakat Waspada dan Siap Siaga

Sejumlah korban gempa pada kesempatan tersebut didampingi Camat dan  kades dari Pamarican serta pegiat Forum Peduli Pamarican tersebut diterima oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Ciamis, Andang Irfan Sahara dan anggota Komisi D DPRD Ciamis.

Dana bantuan stimulan untuk perbaikan rumah korban gempa tersebutakan disalurkan langsung ke rekening korban. Dengan total penerima 1.758 KK .

“Total bantuan yang akan disalurkan sekitar Rp 3,4 milyar. Dengan rincan bantuan Rp 5 juta untuk rumah rusak berat, Rp 2,5 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp 1 juta untuk rumah rusak ringan,” katanya.

Data yang  diperoleh Tribun, gempa 6,9 SR yang terjadi Jumat (15 Desember 2017 pukul 23.30 tengah malam) dengan episentrum 107 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya di kedalaman 11 km telah menimbulkan kerusakan terparah di Ciamis.

Baca juga: Gempa Terjadi Lagi, Kali Ini Menggoyang Wilayah Poso Sulaesi Tengah, Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Gempa Bumi Tiga Kali Guncang Malang dan Jember Jawa Timur Pagi Ini, Begini Info dari BMKG

Gempa tersebut di Ciamis setidaknya telah merusak sekitar 5.723 rumah di beberapa kecamatan. Berikut 48 sekolah, 101 sarana ibadah, 1 fasilitas kesehatan  serta 7 kantor desa. Enam orang mengalami luka-luka serta seorang meninggal dunia terhimpit bangunan rumahnya yang runtuh di Sadananya.

Hasil verifikasi pertengahan tahun 2018, tercatat sebanyak 312 rumah rusak berat, 1.412 rusak sedang dan 3.999 rusak ringan.

Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Pamarican tercatat 1.758 rumah terdampak tersebar di 14 desa. Desa terparah yakni Desa Kertahayu, Desa Sukahurip dan Desa Pamarican.

Beberapa hari setelah kejadian, Gubernur Jabar (waktu itu) H Ahmad Heryawan sempat meninjau lokasi yang mengalami dampak terparah di Dusun Ciparakan Desa Sukahurip dan menemui pengungsi di masjid setempat.

Menurut Drs Pujiono, Koordinator Forum Peduli Pamarican (FPP) p[ihaknya sudah 4 kali mendampingi korban gempa asal Pamarican  memndatangi DPRD Ciamis  memperjuangkan haknya untuk mendapatkan bantuan stimulan perbaikan rumah.

“Selama 4 tahun ini sudah empat kali kami melakukan audiensi dengan dewan (DPRD Ciamis). Terakhir hari ini, mudah-mudahan dana bantuannya segera terealisasi ,” ujar Pujiono kepada Tribun dan wartawan lainnya usai diterima Komisi D  di ruang rapat utama DPRD Ciamis Jumat (21/5) sore.

Selama empat tahun para korban gempa 2017 menunggu cairnya bantuan. “Sudah cukup lelah juga warga korban gempa menunggu bantuan. Mudah-mudahan awal Agustus nanti benar-benar cair. Selama ini ada warga korban gempa yang terpaksa jual tanah, pinjam sana-sini untuk memperbaiki rumahnuya yang akibat gempa 2017 tersebut,” katanya (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved