Breaking News:

Pemkab Cirebon Koordinasi dengan Daerah Sekitar Mengenai Pemudik yang Telah Diperiksa Antigen

Pemkab Cirebon telah berkoordinasi dengan daerah sekitar untuk menindaklanjuti pemudik yang telah menjalani rapid test antigen.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi (kedua kiri), saat meninjau pelaksanaan rapid test antigen di pos penyekatan Rawagatel, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jumat (21/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemkab Cirebon telah berkoordinasi dengan daerah sekitar untuk menindaklanjuti pemudik yang telah menjalani rapid test antigen.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang telah diperiksa rapid antigen di wilayah Kabupaten Cirebon akan dibekali surat keterangan hasilnya.

Karenanya, menurut dia, pemudik tersebut dapat menggunakan surat keterangan itu untuk melintasi pos penyekatan di daerah lainnya.

"Penyekatan ini juga dilakukan di daerah lainnya, sehingga kami berkoordinasi dengan pemda sekitar," ujar Imron Rosyadi saat ditemui usai monitoring pos penyekatan Rawagatel, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jumat (21/5/2021).

Di antaranya, Indramayu, Subang, Purwakarta, Karawang, dan lainnya yang juga melaksanakan penyekatan dan rapid test antigen kepada pemudik.

Ia mengatakan, pemudik yang telah mengikuti rapid test antigen di Kabupaten Cirebon bisa melanjutkan perjalanan saat melintasi pos penyekatan daerah lain.

Mereka cukup menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 yang diberikan petugas pos penyekatan di Kabupaten Cirebon.

"Tapi, kami juga tegas, hanya pemudik yang hasil pemeriksaannya negatif yang boleh melintas," kata Imron Rosyadi.

Imron menyampaikan penyekatan pemudik yang hendak kembali ke perantauan tetap dilaksanakan meski prediksi puncak arus balik telah terjadi pada akhir pekan lalu.

Sebab, hingga kini masih banyak pemudik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon.

"Pemkab Cirebon, Polresta Cirebon, dan instansi lainnya menetapkan penyekatan dilaksanakan hingga 24 Mei 2021," ujar Imron Rosyadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved