Breaking News:

Kisah Warga Kampung Mati Cimeong Kuningan di Lokasi Baru, Kelimpungan Sulit Air, Pegang Pakem Pamali

Empat tahun sudah, warga kampung mati Dusun Cimeong menempati pemukiman baru hasil relokasi pemerintah daerah,yakni di Dusun Mekarsari, Desa Cilayung

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Lokasi pemukiman hasil relokasi pemerintah daerah bagi warga kampung mati Dusun Cimeong, di Dusun Mekarsari, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kuningan Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Empat tahun sudah, warga kampung mati Dusun Cimeong menempati pemukiman baru hasil relokasi pemerintah daerah, yakni di Dusun Mekarsari, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kuningan Jawa Barat.

Mereka sebelumnya tinggal di kampung mati yang bernama Dusun Cimeong, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan dan kerap dilanda bencana.

Iskandar (70) warga setempat saat ditemui di rumahnya mengatakan, selama menjalani kehidupan di lingkungan komplek perumahan ini sering mengalami kesulitan air baku dalam memenuhi hajat hidup.

Baca juga: Kisah Abah Lurah Hidup Sendiri di Kampung Mati Kuningan Hidup Tanpa Listrik, Keluarga dan Tetangga

"Untuk hidup di perumahan ini memang ada sumur bor air untuk kebutuhan hajat hidup warga perumahan disini. Namun hal itu tidak menutupi kebutuhan warga dalam memenuhi kebutuhan air tersebut," kata Iskandar kepada Tribuncirebon.com, Jum'at (22/5/2021).

Alasan tak terpenuhi pasokan air baku untuk kehidupan warga sekitar. Iskandar mengaku tidak berani menggunakan air yang di hasilkan dari sumur bor yang berada di lahan bawah dari permukaan rumah warga disini.

"Ya air sih ada, tapi kami sering tidak mendapat air. Sebab air yang didapat dari pengeboran yang di bawah dataran pekarangan rumah warga itu tidak bagus untuk digunakan.

Jelasnya, air dari sumur untuk memenuhi kebutuhan warga yang rumahnya di atas itu tidak baik secara pakem (pepatah) leluhur kami terdahulu," ujarnya.

Jadi, kata Iskandar mengaku untuk mendapat air untuk kebutuhan hajat hidup keluarga itu didapat dari mata air di perbukitan lebih atas dari rumah warga.

"Tapi permalasahannya itu susah di dapat, saat musim kemarau bahkan warga untuk mandi saja harus pergi jauh ke sumber mata air," ungkapnya.

Baca juga: Setelah Majalengka & Kuningan, Kini Viral Kampung Mati di Ponorogo, Ditinggal Warga Karena Mistis?

Halaman
123
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved