Breaking News:

Kesepian Ditinggal Istri Jadi TKW, Seorang Ayah di Cianjur Menodai Anak Gadisnya Sendiri 2 Kali

Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari ibu kandung korban, yang mendapat keterangan dari anaknya sering mengeluh sakit saat buang air kecil.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Batam
Ilustrasi: Kesepian Ditinggal Istri Jadi TKW, Seorang Ayah di Cianjur Menodai Anak Gadisnya Sendiri 2 Kali 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril M

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Seorang ayah di Cianjur berinisial JNL tega menodai anak kandungnya sendiri yang masih berusia 13 tahun.

Dari keterangan polisi dan hasil pemeriksaan, peristiwa tersebut terjadi antara Januari hingga Februari 2021.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai membenarkan jika anak yang dinodai tersebut adalah anak kandung JNL.

"Anak tersebut saat itu tinggal bersama orangtuanya dan tidur bersama orangtuanya, sehingga terjadi perbuatan cabul atau persetubuhan terhadap anak tersebut," katanya saat menggelar konperensi pers di Mapolres Cianjur Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Ayah Rudapaksa Anak Tiri hingga Hamil, Ngaku Tak Kuat Lihat Korban Pakai Celana Pendek

Baca juga: Oknum Pegawai Negeri Dukung Israel, Videonya Viral di TikTok, Diduga di Bawah Pengaruh Obat-obatan

Kapolres mengatakan, pelaku sudah bercerai dengan istrinya yang bernama KSM dan kini sudah tinggal di tempat lain.

Lalu JNL menikah lagi dan istri barunya kini jadi TKW di luar negeri.

Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari ibu kandung korban, yang mendapat keterangan dari anaknya sering mengeluh sakit saat buang air kecil.

Alhasil setelah melakukan pemeriksaan kepada anaknya, sang ibu lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cianjur.

"Alasan pelaku melakukan hal itu karena mungkin kesepian ditinggal istrinya, sehingga kemudian muncul keinginan atau nafsu pertama kali melihat anak tersebut mandi. Dari pengakuan tersangka ia dua kali melakukan," katanya.

Ilustrasi korban pemerkosaan
Ilustrasi korban pemerkosaan (Midday)

Tersangka mengajak korban dengan bujuk rayu, sehingga kemudian korban ini pasrah.

Kapolres mengatakan, saat ini untuk korban masih dilakukan pengecekan dan masih menunggu hasil visum terkait dengan kondisi korban.

"Ancaman hukumannya itu pasal 2 ayat 23 dan pasal 82 ayat 1,2 undang-undang dari nomor 17 tahun 2016 sebagai pengganti undang-undang atau perubahan kedua undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 ancaman hukumannya di atas 15 tahun maksimal, ditambah karena orang tua kandung yang melakukan ditambah sepertiga hukumannya," katanya. 

Baca juga: Wanita Hamil Tewas dengan 27 Luka Sayatan dan Tusukan oleh Tukang Rumput di Malang, Ini Kronoginya

Baca juga: Infeksi Jamur Hitam Rawan Menyerang Penderita Diabetes, Kanker dan Ginjal, Ini Gejala-gejalanya

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved