Breaking News:

DAMPAK Pandemi Covid-19 di Kuningan, Jumlah Peserta Didik Taman Kanak-kanak Merosot Hingga 25 Persen

Setahun lebih terjadi Pandemi Covid-19 di Kuningan berdampak pada penurunan peserta didik non formal baik Taman Kanak-kanak dan kelompok bermain

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
ILUSTRASI: Anak-anak PAUD dan TK saat beraksi memperagakan busana muslim yang dikenakannya dalam lomba Anak Sholeh Busana Muslim di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (23/9/2019). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Setahun lebih terjadi Pandemi Covid-19 di Kuningan berdampak pada penurunan peserta didik non formal baik Taman Kanak-kanak  (TK) maupun kelompok bermain lainnyadi Kabupaten Kuningan.

"Selama Covid19, jumlah peserta didik Nono formal berkurang hingga 25 persen dari jumlah rata - rata pertahun itu sebanyak 30 ribu lebih peserta didik, baik dari TK maupun kelompok bermain lainnya," ungkap Kepala Bidang PAUD dan Dikmas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, yakni Doktor Elon Carlan saat ditemui lembaga PKBM yang terletak di Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kuningan Jawa Barat, Rabu (29/5/2021).

Mengawali perbincangannya, Elon mengaku bahwa kemorosatan jumlah peserta didik di Kuningan ini, akibat orang tua memilih tidak melakukan pendaftaran dalam pendidikan non formal tersebut.

Baca juga: DEMI KBM Tatap Muka, 12 Orang Jalan Kaki dari Cirebon ke Istana Negara Jakarta sambil Bawa Petisi

Baca juga: Siap-siap KBM Tatap Muka di Indramayu, Satgas Covid-19 Terus Godok Persiapannya

"Ya orang tua di masa Pandemi Covid19, memilih tidak memasukkan sekolah anaknya ke TK atau ke Kober lainnya. Sebab dalam pengalaman sebelumnya, saat usai mendaftar malah kebijakan sekolah itu hanya bisa melakukan KBM secara virtual atau online," ungkap Elon seraya menambahkan jumlah sekolah TK di Kuningan ada sebanyak 290 dan jumlah Kober se- Kuningan ada 580 lembaga.

Menyinggung soal PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk ajaran pendidikan 2021/2022, kata Elon menyebut bahwa di Kuningan tidak banyak lembaga pendidikan TK (Taman Kanak Kanak) yang melangsungkan tertib administrasi secara online.

"Lembaga TK yang diketahui menggunakan online dalam menerima pesrta didik itu hanya ada berkisar di angka 10 sekolah TK dan itupun disebut TK yang bonafid. Kemudian untuk sisanya itu masih melakukan konvensional," ujarnya.

Ditanya soal peserta pendidikan lulusan (SKB) Sekolah Kebersamaan di Kuningan, Elon mengklaim bahwa kegiatan belajar mengajar untuk paket B maupun C tidak ada masalah dengan masa Pandemi Covid19 sekarang. Alasan tidak pengaruh dalam pelaksanaan KBM, ini akibat tidak dilakukan secara tatap muka dan mengenai cara belajar mengajar juga beda.

"Untuk peserta didik paket C itu biasanya, soal di ambil dan dikerjakan dirumah masing - masing dan ini jelas tidak ada pengaruh di Pandemi Covid19 sekarang.

Kemudian untuk jumlah lulusan paket C dari jumlah peserta berjenis kelamin laki-laki ada sebanyak 1051 orang dan perempuan ada sebanyak 681 orang. "Untuk jumlah lulusan peserta didik paket C atau B itu jumlah tidak lebih dari 200 ribu dan kisarannya itu sekitar 1700 peserta didik yang pasti lulus," ungkap Elon lagi. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved