Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Cirebon Tambah Kapasitas Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Pemerintah Kota Cirebon menambah kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus pascalebaran.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon menambah kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus pascalebaran.

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, ruang isolasi tersebut disiapkan bagi warga yang terpapar Covid-19 setelah libur Idulfitri 2021.

Namun, menurut dia, sejauh ini tingkat keterisian ruang isolasi di Kota Cirebon tergolong aman.

Baca juga: Ini Cara Pemkot Cirebon dalam Mencegah Peningkatan Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran

Baca juga: Dampak Larangan Mudik 2021, Jumlah Pemohon SKCK Alami Penurunan Hingga 40 Persen dari Tahun Lalu

Bahkan, bed occupancy ratio (BOR) ruang isolasi pasien Covid-19 di Kota Cirebon hingga kini baru mencapai 45 persen.

"Kami harus tetap hati-hati, sehingga meminta rumah sakit untuk menambah ruang isolasi," ujar Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (19/5/2021).

Ia mengatakan, sejumlah rumah sakit di Kota Udang juga dipastikan telah menambah kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19.

Misalnya, ruang isolasi RSD Gunung Jati yang merupakan milik pemerintah kini berkapasitas 140 tempat tidur dari sebelumnya 100 bed.

Selain itu, ruang isolasi RST Ciremai Kota Cirebon juga kini mempunyai 140 tempat tidur dari sebelumnya hanya 100 tempat tidur. 

"Guest house dan lorong ruang isolasinya pun bisa digunakan menjadi tempat perawatan pasien Covid-19," kata Agus Mulyadi.

Agus menyampaikan, penambahan kapasitas ruang isolasi juga dibarengi upaya testing dan tracing tingkat mikro yang digencarkan Pemkot Cirebon untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Nantinya, Satgas Covid-19 tingkat RW akan melaporkan mana warga yang tidak kelihatan selama lima hari, dan mereka yang akan mengetesnya.

"Warga yang tidak muncul selama lima hari kemarin itu berarti mereka sudah keluar kota, sehingga langsung diminta untuk isolasi mandiri," ujar Agus Mulyadi.

Baca juga: INTIP Ramalan Zodiak Besok Kamis 20 Mei 2021: Beberapa Zodiak Akan Mengalami Hal Buruk

Baca juga: DIBUKA Lowongan Kerja di Pegadaian pada Mei 2021, Cek Posisi Apa Saja yang Ditawarkan

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved