Breaking News:

Jenazah Korban Tenggelam Tertukar

Cerita Krisna Alfarizy, Salah Seorang Korban Selamat dari Liburan Maut Terseret Ombak Pantai Santolo

Krisna Alfarizy adalah salah seorang korban selamat dalam musibah liburan maut yang terjadi di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Minggu (16/5/2021)

Editor: dedy herdiana
Dokumentasi Tribunjabar.id
ILUSTRASI: Tim SAR melakukan pencarian orang tenggelam di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Minggu (27/10). 

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Rasa syok dengan tatapan kosong dan kesedihan yang mendalam tergambar jelas dari raut wajah Krisna Alfarizy (16) pemuda asal Bojong Loa Kaler, Kota Bandung.

Krisna Alfarizy adalah salah seorang korban selamat dalam musibah liburan maut yang terjadi di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Minggu (16/5/2021) lalu saat ditemui Tribun Jabar di sekitar rumahnya.

Meski demikian, Krisna Alfarizy masih mengingat jelas bagaimana detik demi detik peristiwa naas tersebut terjadi, hingga akhirnya Ia bersama sang kakak, Cecep Cahya Munggaran (24), serta keponakannya, Muhammad Reihan (14) dapat selamat dari musibah liburan maut tersebut.

Baca juga: Kepala Puskesmas Cikelet Beberkan Kronologi Tertukarnya Jenazah Korban Tenggelam di Pantai Garut

Baca juga: Jenazah Korban Tenggelam di Santolo Tertukar, Sudah Hampir Dimakamkan di Bandung Ternyata Beda Orang

Ketiganya sempat tergulung ombak selama beberapa detik yang mengakibatkan Reihan Halik (17) yang merupakan temannya bermain selama ini, hilang dan ditemukan meninggal dunia setelah melalui proses pencarian selama tiga hari. 

Krisna mengatakan, bahwa tujuan rekreasi ke Pantai Santolo di masa libur lebaran itu
merupakan kebiasaan tahunan, yang dilakukan atas inisiatif dari para anggota rombongan yang berjumlah sepuluh orang dan merupakan warga Gang Ata Kiria I, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojong Loa Kaler. 

"Jadi kesana itu atas inisiatif sendiri, karena memang setiap tahun warga disini pergi kesana (Pantai Santolo). Jumlah yang berangkat kesana sekitar sepuluh orang, ada yang pakai mobil sama motor, berangkat Sabtu (15/5/2021) dan rencananya pulang hari Minggu (16/5/2021)," ujarnya kepada Tribun Jabar di sekitar rumahnya, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Libur Lebaran Dua Wisatawan Tenggelam di Pantai Selatan Garut, di Pantai Santolo dan Sayang Heulang

Pantai Sayang Heulang Garut lokasi tenggelamnya warga Garut Kota, Minggu (16/5/2021).
Pantai Sayang Heulang Garut lokasi tenggelamnya warga Garut Kota, Minggu (16/5/2021). (Istimewa Dok Wisatawan (Keluarga))

Menurut penuturan Krisna, bahwa saat musibah terjadi, dirinya bersama kakak, keponakan, dan Reihan Halik tengah berenang di tepi pantai, saat itu kondisi cuaca cerah dan waktu menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, berselang setengah jam atau pukul 10.30, air laut yang semula surut dan hanya selutut orang dewasa, secara tiba-tiba muncul arus deras dari gelombang pantai, yang hanya dalam hitungan detik menyeret keempatnya ke tengah laut mengikuti arus air.

"Saat itu sebenarnya cuaca bagus, engga panas dan engga hujan, jadi kita coba untuk berenang dan main air di pinggir pantai. Tapi tiba-tiba sekitar jam setengah sebelas datang arus air yang tiba-tiba besar, terus saya sama kakak, teman-teman, sama keponakan juga keseret ke tengah gitu," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved