Breaking News:

Viral

Maling Motor di Kuningan Nyatis Tewas Diamuk Massa, Beruntung Polisi Sigap Meski Kewalahan

kata Kapolsek Pancalang menyebut sebagai upaya pelayanan atas ancaman kematian terhadap pelaku maling motor.

Maling Motor di Kuningan Nyatis Tewas Diamuk Massa, Beruntung Polisi Sigap Meski Kewalahan
Istimewa
Tangkapan layar video maling di masa TKP Desa Ssrewu, Kecamatan Pancalang Kuningan Jawa Barat
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Menerima infromasi masuk terkait adanya maling motor yang diamuk massa di Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, Kuningan Jawa Barat, pihak kepolisian langsung bergegas melakukan pengamanan dan penangkapan terhadap pelaku.
“Iya, awal laporan masuk ada maling motor yang diamuk massa sudah babak belur. Pas informasi masuk petugas kami langsung ke TKP dan mengamanakan maling untuk diproses hukum lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Pancalang IPTU Ahmad Muksin saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Minggu (16/5/2021).
Tindakan cepat dalam mengamankan maling dari amukan massa, kata Kapolsek Pancalang menyebut sebagai upaya pelayanan atas ancaman kematian terhadap pelaku maling motor.
“Ya kami tadi ke TKP dan mengamankan maling yang sudah diamuk massa kalau tidak langsung kami amankan, mungkin sudah MD (Meninggal dunia),” ujarnya.
IPTU Ahmad Muksin menyebut bahwa saat ini pelaku maling motor sudah mendapat proses hukum sebagaimana mestinya.
“Ya untuk pelaku sudah kami catat atas laporan polisi dari warga,” katanya.
Hasil penyelidikan lebih lanjut, Kapolsek Pancalang menyebut bahwa pelaku maling motor merupakan warga Cirebon atas nama Wahyudin.
Kini sudah dikirim ke Mapolres Kuningan.
“Untuk pelaku maling motor, kami sudah kirim ke Mapolres Kuningan,” ujarnya.
Polisi Hampir Kewalahan
Aksi penghadangan masa saat main hakim sendiri, kontan bikin kewalahan petugas polisi saat mengamankan terduga maling motor di lingkungan kantor Desa Sarewu, Kecamatan pancalang, Kuningan Jawa Barat. 
Berdasarkan keterangan, maling motor ini ketahuan hendak melakukan aksinya terhadap unit motor milik Kepala Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, yakni Ade Supriayadi.
Terlebih saat itu posisi motor kepala desa berada di sekitar kawasan persawahan yang tak jauh dari pemukiman warga desa setempat.
Saat dihubungi Kepala Desa Sarewu, yakni Ade Supriyadi menceritakan, kejadian tragis yang menyebar dalam video itu berlangsung kemarin siang.
“Iya video maling diamuk masa itu terjadi kemarin (Sabtu, 14/5/2021),” ujar Ade saat dihubungi ponselunya, Minggu (15/5/2021).
Kades Desa Sarewu ini menuturkan, awal kejadian maling motor hingga kena amukan warga, semula motor miliknya terparkir di lingkungan SDN daerah setempat.
Kemudian, sang pemilik alias kades ini tengah melakukan aktivitas sebagai petani dalam mengurus tanamannya di areal persawahan.
“Jadi begini, kemarin saya ke sawah untuk mengurus tanaman bangkoang. Kebetulan waktu itu sedang bersih-bersih saluran air untuk pasokan lahan pertanian saya.
Nah, sekitar jarak 15 meter antara saya dengan motor terparkir tadi, saya mendengar suara orang sedang selah motor dengan terus menerus. 
Tidak lama dari tadi, saya intip dan dalam hati, saya teriak 'woy itu motor aing'. Disitu saya teriak keras maling-maling, maling hingga warga berdatangan,” ungkapnya.
Seraya berteriak maling, Kades Ade mengaku pada waktu sabit tidak lepas dari genggaman tangannya.
“Iya ini sabit saya pegang dan emang lagi bersih-bersih rumput di sawah,” katanya.
Mengenai amukan warga sebelumnya, kata Ade mengaku bahwa aksi maling itu dilakukan lebih dari satu orang.
Hal itu terlihat sebelumnya ada warga asing sebanyak tiga orang yang berada di beda tempat.
“Iya saya melihat tiga orang, dua orang sedang merusak dan menyelah motor saya dan satunya berada di lokasi tak jauh dengan motor yang digunakan maling saat mendatanagi lokasi ini,” ujarnya.
Amarah warga pecah, kata Ade menuturkan, saat warga terkumpul dan terlihat kecewa akibat tidak mendapati maling.
Akhirnya ada warga yang berucap bahwa malingnya belum jauh dan dipastikan sembunyi di sekitar lingkungan setempat.
“Iya saat warga berkumpul banyakan, kita tidak langsung mendapati si maling tadi. Habisnya, dari tiga orang terduga maling tadi. Satu sudah minggat naik motor, satunya sudah kabur lari entah kemana dan satu yang kena amukan masa ini, akibat usaha warga dalam pencarian sebelumnya,” ujarnya.
Saat mendapat maling yang bersembunyi di pematang tanaman ubi jalar, kata Ade mengatakan bahwa masa tidak berpikir panjang melakukan aksi seperti dalam video tersebut.
“Ya saking kesalnya masa terhadap maling dan akhir saya telpon polisi hingga maling kini sudah di amankan di kantor polisi,” ujarnya.
Videonya Viral
Video berdurasi 41 detik mulai ramai diperbincangkan di kalangan warga di Kecamatan Pancalang dan sekitarnya.
Hal itu menyusul adanya tindakan warga terhadap orang yang diduga melakukan aksi maling.
“Iya, informasi maling motor di masa hingga terlihat seperti ini, kata Jujun salah seorang warga di Kacamatan Pancalang, yang mendapat kiriman video tersebut melalui WAG (WhatsApp Group), Minggu (15/5/2021).
Tangkapan layar video maling di masa TKP Desa Ssrewu, Kecamatan Pancalang Kuningan Jawa Barat
Tangkapan layar video maling di masa TKP Desa Ssrewu, Kecamatan Pancalang Kuningan Jawa Barat (Istimewa)
Dalam perbincangannya, Jujun mengaku tidak mengetahui alur cerita dalam video tersebut.
Dalam video itu terlihat maling motor yang dipegang warga di pematang sawah lalu diceburkan ke aliran sungai yang berada di lokasi sekitar warga.
“Iya coba saja lihat, itu malingnya digotong sama banyakan orang lalu dilempar ke sungai begitu,” katanya.
Video viral yang berdurasi 41 detik, ternyata menjadi dua bagian dalam pengambilan yang dilakukan rang tak dikenal. 
“Betul Kang, ada dua video yang ramai sekarang ini di masyarakat. Satunya video di lokasi persawahan dan satunya video aksi polisi mengamankan pelaku tadi,” ujarnya. 
Informasi terhimpun, video itu merupakan tindakan maling saat beraksi di sekitar areal persawahan Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, Kuningan Jawa Barat. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved