Breaking News:

Tidak Penuhi Persyaratan, Seratusan Penumpang Batal Naik Kereta Api Khusus Nonmudik

Seratusan penumpang batal naik kereta api khusus nonmudik yang beroperasi di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon.

ISTIMEWA
ILUSTRASI: Kondektur didampingi Polsuska saat mengecek posisi tempat duduk penumpang yang naik kereta api di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (13/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Seratusan penumpang batal naik kereta api khusus nonmudik yang beroperasi di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, para penumpang tersebut batal dikarenakan tidak memenuhi persyaratan.

Menurut dia, kereta api yang beroperasi selama 6 - 17 Mei 2021 itupun dikhususkan bagi pelaku perjalanan mendesak dan bukan untuk mudik.

Baca juga: Puncak Arus Balik di Jalur Pantura Kota Cirebon Diprediksi Mulai Nanti Malam

Baca juga: Soal Prokes, Pengelola Akui Sulit Awasi Pengunjung Lokasi Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka

"Ada 113 calon penumpang yang batal berangkat menggunakan KA khusus nondmudik," kata Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (15/5/2021).

Ia mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang yang hendak berangkat dari seluruh stasiun di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon.

Masyarakat yang diperbolehkan menggunakan kereta api itu hanya dikhususkan untuk bekerja atau perjalanan dinas.

Selain itu, kunjungan keluarga sakit dan meninggal, ibu hamil yang didampingi seorang anggota keluarga, serta kepentingan lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa atau lurah.

Sementara syarat bagi pegawai instansi pemerintahan, ASN, BUMN, BUMD, prajurit TNI, dan anggota Polri adalah memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon penumpang.

"Bagi pegawai swasta wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan," ujar Suprapto.

Suprapto menyampaikan, pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari kepala desa atau lurah setempat

Surat izin tersebut berlaku secara individual untuk sekali perjalanan pergi-pulang, dan bersifat wajib bagi calon penumpang yang berusia 17 tahun ke atas

Selain itu, penumpang tetap diharuskan menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab test, rapid test antigen, maupun GeNose test yang berlaku 1 × 24 jam.

"Dari seluruh persyaratan tersebut ada yang tidak dipenuhi, sehingga tidak diperkenankan dan batal naik KA khusus nonmudik," kata Suprapto.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved