Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Pedagang Serabi di Kuningan, Tetap Bertahan Masak Penganan Khas Daerah Pakai Kayu Bakar

pasangan suami istri, Junaedi dan Juju, yang masih bertahan membuat serabi dengan cara tradisional.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Juju, istri Junaedi, saat membuat penganan khas daerah serabi di Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kemajuan zaman menggerus berbagai sektor kehidupan, termasuk pedagang kue tradisional, serabi, di Kuningan.  Tak gampang bisa tetap bertahan berjualan penganan khas di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat. 

Seperti dilalui pasangan suami istri, Junaedi dan Juju, yang masih bertahan membuat serabi dengan cara tradisional.

Junaedi yang terlihat sudah tak muda lagi itu menekuni pekerjaannya, ketika berhadapan dengan kobaran api saat membuat gorengan dengan menggunakan tungku sebagai alat masak.

Kondisi serupa juga dilakukan istrinya, yakni Juju yang tak mau diam mengayunkan kedua tangannya itu, saat melakukan pembuatan panganan khas atau serabi.

Dari keduanya, Junaedi mengaku bahwa usaha yang ditekuni ini memasuki usia genap sekitar 22 tahun. 
Perjalanan usaha sebagai penjul makanan khas telah melalui berbagai pengalaman dari segala macam guncangan saat berusaha hingga terlihat nyaman seperti sekarang.

“Untuk jualan sorabi itu mulai dari tahun 1999 hingga sekarang memiliki tempat usaha lebih mantap, tanpa berpindah – pindah atau ngontrak seperti sebelum-sebelumnya,” ungkap Junaedi saat mengawali perbincangan dengan Tribuncirebon.com, Sabtu (15/5/2021) pagi tadi.

Baca juga: Nikmatnya Buka Puasa dengan Pindang Gambyang Kuliner Khas Kabupaten Indramayu yang Kaya Akan Rempah

Dalam usaha sebagai penjual panganan khas daerah, kata Junaedi mengaku bahwa pembuatan sorabi ini berbahan dari tepung beras dan kelapa yang sudah tercampur sesuai ketentuan sebagai adonan. 

“Ya untuk bahan baku pembuatan sorabi itu bahannya tepung beras dan kelapa. Kemudian dalam sehari untuk sekarang – sekarang, adonan yang dibuatkan dalam penjualan sorabi setiap harinya itu hanya sebesar 5 kilogram,” ujarnya.

Jumlah adonan sekarang jelas jauh berbeda dari tahun sebelum terbangunnya jalan lingkar timur Kuningan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved