Breaking News:

Virus Corona

Pemda Luruskan Data Covid-19 Zona Merah Majalengka, Bupati: Laporan Provinsi dan Pusat Tak Sesuai

Pemerintah Kabupaten Majalengka langsung menyikapi pelabelan zona merah Covid-19 terhadap Majalengka.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Dipimpin Bupati, unsur Forkopimda seperti Sekda Majalengka, Kapolres Majalengka, Dandim 0617 Majalengka, Kadinkes Majalengka, Kepala Pelaksana BPBD dan lainnya menggelar konferensi pers terkait penetapan zona merah terhadap Majalengka di Kantor Bupati, Rabu (12/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Pemerintah Kabupaten Majalengka langsung menyikapi pelabelan zona merah Covid-19 terhadap Majalengka.

Dipimpin Bupati, unsur Forkopimda seperti Sekda Majalengka, Kapolres Majalengka, Dandim 0617 Majalengka, Kadinkes Majalengka, Kepala Pelaksana BPBD dan lainnya menggelar konferensi pers di Kantor Bupati, Rabu (12/5/2021).

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, pihaknya langsung mempertanyakan adanya laporan data bahwa Majalengka menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang beresiko tinggi penularan Covid-19 atau zona merah.

Baca juga: Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemprov Jabar dalam Tangani Covid-19

Padahal, secara pencatatan data yang dimiliki Satgas Covid-19, pelabelan zona merah terhadap Majalengka dianggap keliru.

"Makanya saya bertanya ke pihak atas dasarnya apa Majalengka zona merah, katanya mungkin ada delay data. Makanya kita kirim surat ke Gubernur dengan dibarengi data dari kami," ujar Karna Sobahi kepada awak media, Rabu (12/5/2021).

Dalam periode waktu satu Minggu per tanggal 3 hingga 9 Mei 2021, pihaknya hanya menerima laporan adanya klaster keluarga di dua desa di Kecamatan Dawuan.

Selebihnya, kasus penyebaran Covid-19 cenderung stagnan.

Baca juga: Bupati Ungkap Penyebab Majalengka Zona Merah Covid-19, Ternyata Karena Kasus Per Tanggal 3-9 Mei

Adapun, dari 15 unsur penilaian kriteria zona merah sendiri, Majalengka hanya masuk pada beberapa kriteria saja.

"Kita juga bingung lonjakannya dimana. Yang meninggal pada periode seminggu terakhir ini, hanya 8 orang selama 10 hari. Yang positif baru di 330 desa hanya 87. Sementara, ruang isolasi dari 77 yang dipakai cuma 15 dan sembuh mendekati 119," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved