Breaking News:

Pelarangan Mudik

Lolos di Pos Penyekatan Mudik, Pemudik yang Masuk Jawa Barat Tetap Bakal Kena Karantina, Waspadalah!

Ruang karantina atau isolasi mandiri bagi pemudik nekat yang lolos penyekatan di Jabar terus bertambah.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar
Ratusan pemudik bersepeda motor gagal lolos di Pos Penyekatan Gentong dan terpaksa putra arah kembali, Minggu (9/5) dini hari. (firman suryaman) 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ruang karantina atau isolasi mandiri bagi pemudik nekat yang lolos penyekatan di Jabar terus bertambah.

//

Hingga Minggu (9/5), tercatat ada 2.911 unit ruang karantina di tingkat desa dan 617 ruang di kelurahan, di Jabar untuk para pemudik lolos dari pos penyekatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan jumlah ini akan terus bertambah untuk mengantisipasi pemudik yang lolos dari penyekatan.

"Sebagai salah satu provinsi tujuan pemudik dengan jumlah penduduk yang banyak, ruang karantina ini sangat diperlukan."

"Ruang untuk isolasi ini didirikan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Jadi bukan membangun baru," katanya di Bandung, Minggu.

Bambang mengatakan sejumlah bangunan mulai dari kantor pemerintahan hingga rumah warga difungsikan menjadi ruang karantina selama masa mudik Lebaran 2021 ini.

Nantinya, pemudik ilegal yang lolos dari penyekatan tidak bisa langsung menuju rumah keluarganya, tetapi harus dikarantina selama lima hari, sesuai dengan amanat undang-undang.

Bambang mengatakan di desa-desa di wilayahnya pun sudah terdapat posko Satgas Covid-19. Dia menyebut, dari total 5.312 desa yang ada di Jawa Barat, sudah terdapat 11.056 posko.

"Jadi ada setiap RW yang masing-masing punya posko. Sedangkan posko Satgas Covid-19 lainnya sudah terbentuk di 1.643 kelurahan," katanya.

Bambang menyebut, Satgas Covid-19 ini terdiri dari berbagai unsur mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP, aparatur desa dan RW, masyarakat sekitar, hingga petugas kesehatan.

"Tugasnya memberikan edukasi terkait Covid-19 dan protokol kesehatan, dan mencatat masyarakat yang keluar masuk dari dan ke desa, RW. Mereka pun bertugas melakukan strerilisasi desa," katanya.

Satgas pun, ujarnya, bertugas membawa pasien bergejala Covid-19 ke rumah sakit, sekaligus mendata jika warga terjangkit Covid-19.

"Salah satu tugas satgas penanganan Covid-19 di desa melakukan inventarisasi dan identifikasi. Juga melakukan penyemprotan rutin, mendata yang terjangkit," katanya.

Bambang mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi dan persiapan di desa dalam menyiapkan posko dan ruang karantina Covid-19. Di antaranya di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sukabumi.(syarif abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved