Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Siapkan KTP dan Surat Keterangan Lurah Jika Ingin Bebas Keluar Masuk Kuningan Saat Larangan Mudik

isepakati bahwa wilayah Ciayumajakuning ada kelonggaran terhadap masyarakat yang melakukan aktivitas yang keluar masuk ke wilayah Ciayumajakuning.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Plt Kepala BPBD Kuningan Indra Bayu 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Hasil kesepakatan lima kepala daerah yang  terdiri dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) memperbolehkan warganya mudik lokal pada masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, yakni  Indra Bayu Permana saat menyampaikan kepada wartawan di sela pengawasan langsung di tugu Ikan daerah perbatasan Kuningan – Cirebon.

Indra mengatakan, meski wilayahnya termasuk kategori bebas pemudik lokal, tidak serta merta bisa masuk begitu saja. Karena dalam rapat, seluruh kepala daerah sepakat, masyarakat se-Ciayumajakuning harus melampirkan identitas dan surat keterangan dari atasan/perusahaan bagi pekerja, atau surat keterangan dari kepala desa/lurah bagi warga non pekerja.

"Kemarin disepakati bahwa untuk wilayah Ciayumajakuning secara ketentuan aturan sudah dilaporkan ke Gubernur maupun Kementerian Perhubungan," kata Indra.

Indra menyebut secara kearifan lokalnya dari 5 wilayah disepakati bahwa wilayah Ciayumajakuning ada kelonggaran terhadap masyarakat yang melakukan aktivitas yang keluar masuk ke wilayah Ciayumajakuning.

Baca juga: Bupati Indramayu Ingatkan Masyarakat Patuhi Aturan Walau Wilayah Ciayumajakuning Boleh Mudik Lokal

Baca juga: Kesepakatan Lima Kepala Daerah Ciayumajakuning Soal Aglomerasi Disampaikan ke Ridwan Kamil

“Ya tetapi tetap dilakukan pemeriksaan administasi, minimalnya KTP dan surat rekomendasi tertentu," ujarnya.

Menyinggung soal banyak kendaraan yang di putar balik, kata Indra, hingga hari sekarang jumlahnya itu sebanyak 5 unit kendaraan. “Untuk jumlah dari pra pelarangan mudik hingga H – 4, jumlahnya ada 5 kendaraan yang di putar balik,” ungkapnya. 

Terlepas dengan pengawasan di lokasi check point, Indra mengatakan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Kuningan dalam menjalankan protocol kesehatan itu masih tinggi. 

“Secara penilaian yang dikeluarkan dari Jawa Barat, untuk tingkat kesadaran warga kita pakai protokol kesehatan itu masih di angka hampir 80 persenan,” ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved