Breaking News:

Warga Kembali Demo Pertamina Balongan

VIDEO - Tak Berhasil Masuki Gerbang Utama, Warga Coba Bobol Pagar Samping Pertamina Balongan

Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga di PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu sempat ricuh

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok

"Mayoritas hari ini dari Desa Sukaurip dan secara bertahap kita akan teruskan terhadap warga di desa-desa lain yang juga terdampak. Ini masih akan terus berlanjut," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Gusman Adiwardhana mengatakan, adapun untuk penentuan nominal ganti rugi, disampaikan dia merupakan hasil dari tim gabungan yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Indramayu

Terdiri dari Pemda, TNI-Polri, unsur masyarakat, dan Pertamina.

Mereka sebelumnya melakukan survei dengan mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak.

Baca juga: Dokter Sudah Lakukan yang Terbaik, AS Anak Ustaz Wafat, Korban Tewas Ketiga Ledakan Kilang Balongan

"Sedangkan harga ganti rugi mengacu pada SK Bupati yang disesuaikan dengan aturan yang ada di Dinas PUPR," ujarnya.

Sedangkan untuk ganti rugi immaterial dan ganti rugi psikis sebagaimana yang dituntut warga, disampaikan Gusman Adiwardhana masih dalam tahap pengkajian lebih dalam.

Pasalnya, penentuan ganti rugi tersebut harus sesuai dengan peraturan pemerintah karena merupakan uang negara.

"Saya belum bisa berkomentar untuk itu (ganti rugi immaterial dan psikis). Tapi kami sudah membuat Griya Pelangi untuk mengobati psikis warga bilamana ada yang mengalami trauma, kita juga sediakan tenaga psikolog," ujar dia.

Seperti diketahui warga melakukan aksi unjuk rasa di PT Pertamina RU VI Balongan hari ini.

Tuntutan mereka agar tuntutan ganti rugi material, ganti rugi immaterial, dan ganti rugi psikis secepatnya bisa diterima warga yang terdampak.

Untuk ganti rugi material, warga mengeluhkan nominal ganti rugi yang dinilai kecil.

Sedangkan ganti rugi immaterial, warga diketahui menuntut karena selama kebakaran masih terjadi, mereka harus mengungsi dan tidak bisa bekerja.

Dan untuk ganti rugi psikis, warga mengaku mengalami trauma, setiap kali mendengar adanya ledakan mereka merasa ketakutan.

Oleh karena itu, dalam aksi kali ini warga menuntut pembayaran uang ketiga ganti rugi tersebut bisa direalisasikan PT Pertamina RU VI Balongan.

"Yang jelas tuntutan ganti rugi immaterial dan ganti rugi psikis tidak ada solusi dan tidak ada titik temu," ujar koordinator aksi unjuk rasa, Taufiqurrahman.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved