Breaking News:

Mudik Aglomerasi

Bupati Indramayu Ingatkan Masyarakat Patuhi Aturan Walau Wilayah Ciayumajakuning Boleh Mudik Lokal

Warga di wilayah Ciayumajakuning (Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) diperbolehkan mudik aglomerasi atau mudik lokal.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Bupati Indramayu Nina Agustina berkomitmen mewujudkan Indramayu Bermartabat. 

Aktivitas pariwisata pun, katanya, mayoritas ditutup karena zona oranye di Jabar sangat mendominasi.

Sedangkan zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19 hanya Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sukabumi.

"Kawasan Puncak pasti akan jadi perhatian utama karena pada saat libur mencapai puncaknya, tipikal orang-orang di Jakarta paling dekat lari ke Puncak. Kapolda akan luar biasa bekerja, saya sebagai Gubernur mendoakan petugas yang bekerja tiga sif, ini pengorbanannya luar biasa," katanya.

Kesepakatan 5 Daerah Disampaikan ke Ridwan Kamil

Lima kepala daerah di Ciayumajakuning sepakat untuk memperbolehkan warganya mudik lokal.

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam berita acara pertemuan lima kepala daerah pada Kamis (6/5/2021).

Nantinya, berita acara itupun akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Berita acaranya akan disampaikan juga ke pihak kepolisian," kata Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Masyarakat Boleh Melintasi Perbatasan Antardaerah se-Ciayumajakuning Ini Syaratnya

Baca juga: Lima Pemimpin Sepakat, Warga Cirebon Boleh Mudik ke Indramayu, Majalengka, Kuningan, Juga Sebaliknya

Ia mengatakan, dinamika sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Ciayumajakuning sangat dinamis.

Karenanya, kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning sepakat untuk melakukan fleksibilitas di wilayah perbatasan. 

Selain itu, pergerakan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning juga sangat cair.

Namun, berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021, wilayah Ciayumajakuning tidak termasuk dalam aglomerasi.

Wilayah Ciayumajakuning yang terdiri dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu memiliki satu pelat nomor, yaitu E.

Menurut Agus, hal tersebut pada dasarnya sudah menunjukkan aglomerasi di wilayah Ciayumajakuning.

"Penyekatan ini yang akhirnya jadi masalah bagi masyarakat, sehingga para kepala daerah membuat kesepakatan bersama," ujar Agus Mulyadi.

Ini Syarat Melintasi Perbatasan

Seluruh kepada daerah di Ciayumajakuning sepakat memperbolehkan warganya mudik lokal.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, keputusan itu telah disepakati bersama Bupati Indramayu, Nina Agustina, Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Bupati Kuningan, Acep Purnama, Bupati, dan Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, yang diwakili Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi.

Namun, menurut dia, diperbolehkannya mudik lokal tersebut khusus untuk wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Baca juga: Lima Pemimpin Sepakat, Warga Cirebon Boleh Mudik ke Indramayu, Majalengka, Kuningan, Juga Sebaliknya

Baca juga: Satu Keluarga Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Berhari-hari di Jalan Hanya Bawa Uang Segini

"Jadi, kami sepakat untuk menerapkan aglomerasi lokal di Ciayumajakuning," kata Imron Rosyadi saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (7/5/2021).

Ia mengatakan, wilayah Ciayumajakuning yang tidak masuk kawasan aglomerasi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 13 Tahun 2021.

Karenanya, masyarakat Kabupaten Cirebon yang bekerja di Kota Cirebon harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 kepada petugas posko penyekatan di perbatasan wilayah.

Hal tersebut dikeluhkan masyarakat karena surat keterangan itu hanya berlaku satu hari sehingga para kepala daerah berupaya mencarikan solusi.

"Dari hasil kesepakatan ini, masyarakat yang bekerja cukup menunjukkan identitas dan surat keterangan dari perusahaan," ujar Imron Rosyadi.

Sementara bagi warga yang mudik lokal cukup membawa surat keterangan dari desa maupun kelurahan masing-masing.

Baca juga: Sedang Shalat Subuh Berjamaah Imam Masjid Tiba-tiba Ditampar Seorang Pria, Wajahnya Terekam CCTV

Baca juga: VIDEO - Tak Berhasil Masuki Gerbang Utama, Warga Coba Bobol Pagar Samping Pertamina Balongan

Imron menyampaikan, kebijakan tersebut sebagai bentuk toleransi kepada warga di Ciayumajakuning.

Sebab, Ciayumajakuning saling terhubung dalam kesatuan wilayah sehingga pergerakan masyarakatnya tidak perlu dibatasi.

Selain itu, setiap daerah di Ciayumajakuning saling menopang, khususnya di sektor ekonomi, wisata, dan lainnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved