Breaking News:

Mahasiswi Tega Buang Bayinya di Gerobak Penjual Gorengan, Tulisan Ranap di Popok Jadi Petunjuk

Identitas ibu kandung yang membuang bayinya di gerobak penjual gorengan, di Tegalturi, Kecamatan Umbulharjo kini terungkap.

Istimewa
Ilustrasi jenazah bayi 

TRIBUNCIREBON.COM- Identitas ibu kandung yang membuang bayinya di gerobak penjual gorengan, di Tegalturi, Kecamatan Umbulharjo kini terungkap.

Wanita itu ternyata masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu kampus Yogyakarta.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo Budiantoro menjelaskan, petunjuk pengungkapan identitas ibu kandung yang menelantarkan bayinya pada Jumat (30/4/2021) lalu itu didapat dari tulisan 'Ranap' pada popok bayi malang tersebut.

Baca juga: Kasus Buang Bayi Digigit Anjing: Pacar Pembuang Bayi Turut Jadi TSK, Coba Lakukan Hal Terlarang Ini

Dari petunjuk itu, kemudian polisi berkoordinasi dengan Puskesmas Jetis dan beberapa fasyankes yang ada di Kecamatan Umbulharjo.

"Kami amankan barang bukti tersebut, dan koordinasi dengan beberapa perawat selama berhari-hari, dan perawat bilang pernah ada seseorang perempuan melahirkan di Puskesmas Jetis, sesuai dengan petunjuk yang ada," jelasnya, saat jumpa pers pada Kamis (6/5/2021).

Untuk kronologi penemuan bayi tersebut, Kompol Achmad mengatakan, sebelumnya bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya tersebut tergeletak di gerobak penjual gorengan.

"Jadi salah satu saksi mendengar ada tangis bayi, kemudian saat dipastikan bayi itu sendirian dan berjenis kelamin laki-laki. Lalu lapor ke polisi," tegasnya.

Baca juga: Kasus Buang Bayi Digigit Anjing: Tersangka Juga Beberkan Soal Cara Sembunyikan Kehamilannya

Kini perempuan yang tega membuang buah hatinya berinisial CM (21) warga Waropen, Papua yang sewa kost di Jalan Soga, Tahunan, Kecamatan Umbulharjo harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Mahasiswi semester 8 itu disangkakan pasal 76B Jo pasal 77B Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Ardiyanto menambahkan, bayi yang dibuang oleh CM tersebut merupakan hasil hubungan terlarang dengan pacarnya.

CM mengaku bingung lantaran pacarnya tidak bertanggung jawab dengan cara melarikan diri.

"Dia belum menikah, dia punya pacar dan hubungan terlalu jauh, lalu hamil. Sekarang pacarnya tidak bisa dihubungi, keberadaannya juga tidak diketahui," terang dia.

Saat membuang bayinya itu, Nuri mengatakan CM terlebih dahulu ke Terminal Giwangan dengan menyewa Grab.

Kemudian ia menyewa becak untuk ke lokasi kejadian, dan di sana lah ia membuang buah hatinya tersebut. (hda

Berita tentang pembuangan bayi

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved