Breaking News:

Larangan Mudik

JIKA Pemudik Berhasil Kelabui Petugas, Pemprov Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi di Desa/Kelurahan

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan hasil laporan pemerintah kabupaten dan kota, di Jawa Barat telah disiapkan 2.500 ruang isolasi

Editor: dedy herdiana
Istimewa Tribunnews
ILUSTRASI: Pihak kepolisian mengamankan satu unit truk pada saat melakukan penyekatan pelarangan mudik lebaran 1442 H di depan gerbang tol Cikarang Barat tepatnya di KM 31, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Di truk yang angkut sayuran itu terdapat 7 orang yang berupaya mudik dengan cara mengelambui petugas. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan hasil laporan pemerintah kabupaten dan kota, di Jawa Barat telah disiapkan 2.500 ruang isolasi di desa-desa sebagai antisipasi pemudik nekat dan lolos penyekatan petugas sampau berhasil tiba di kampung halaman di Jawa Barat.

Para pemudik ilegal tersebut harus menjalani karantina di ruang isolasi yang sudah disediakan pemerintah setempat ini selama lima hari, baru boleh bertemu keluarga.

“Maka di perkampungan kita sudah siapkan 2.500-an ruang isolasi, kita sudah intruksikan kepada perangkat desa bagi yang ngotot agar setiba di kampung halaman untuk dikarantina,” ujarnya saat telekonferensi Talk Show BNPB “Kesiapan Pemda Menghadapi Larangan Mudik” dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: VIRAL VIDEO Pekerja Protes Soal Penyekatan Jalur Mudik di GT Cikarang, Polisi Bilang Begini

Baca juga: Jadwal Azan Magrib dan Buka Puasa di Kabupaten Indramayu Kamis 6 Mei 2021, Berikut Doa Berbuka

Baca juga: INI Doa Malam Lailatul Qadar Sesuai yang Diajarkan Rasulullah SAW, Nanti Malam Ganjil ke-25 Ramadan

Gubernur berujar nantinya hasil dari karantina lima hari tersebut akan diupdate di aplikasi Pikobar agar ketahuan angka jumlah pemudik yang memaksa mudik.

“Ini sangat efektif. Tapi hasil akhirnya kita akan hitung berapa kenaikan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit. Karena provinsi Jabar sudah satu bulan, berkinerja sebagai satgas terbaik se-Indonesia,” sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemda Provinsi Jabar mengikuti arahan pemerintah pusat dengan tidak memperbolehkan mudik lokal meskipun berada di wilayah aglomerasi. 

Di Jabar, aglomerasi ada di Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat. Aglomerasi lain Bodebek meliputi Kab/Kota Bogor, Kab/Kota Bekasi, dan Kota Depok. 

“Narasinya sama dengan pemerintah pusat, mudik lokal itu tidak diperkenankan. Aglomerasi yang dibolehkan bergerak hanya untuk para pekerja saja,” katanya.

Menurutnya, masih ada sekitar 7 persen warga yang memaksa mudik dengan Jabar sebagai tujuan pemudik dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kurang lebih 400 ribuan pemudik yang harus diwaspadai di wilayah Jabar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved