Breaking News:

Ridwan Kamil: MUI atau Kemenag Daerah yang Tentukan Salat Idulfitri Boleh di Lapangan atau Tidak

pelaksanaan salat idulfitri di luar zona merah direkomendasikan diselenggarakan di masjid atau lapangan dengan kapasitas terbatas

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan keputusan mengenai boleh atau tidaknya penyelenggaraan salat idulfitri secara berjemaah di masjid atau lapangan pada tahun ini berada di tingkat Kementerian Agama RI dan MUI setiap daerah. Foto diambil saat suasana pelaksanaan salat Idul Adha 1441 H di Mapolres Majalengka, Jumat (31/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan keputusan mengenai boleh atau tidaknya penyelenggaraan salat idulfitri secara berjemaah di masjid atau lapangan pada tahun ini berada di tingkat Kementerian Agama RI dan MUI setiap daerah.

"Jadi kita akan ikut sesuai syariat, syariat itu yang menentukan Kementerian Agama dan MUI. Kalau Zona Merah itu kemungkinan tidak boleh secara umum ya, tapi nanti saya konfirmasi lagi," kata Gubernur di Gedung Sate, Rabu (5/5).

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, pelaksanaan salat idulfitri di luar zona merah direkomendasikan diselenggarakan di masjid atau lapangan dengan kapasitas terbatas dan hanya diikuti masyarakat setempat dan kapasitas terbatas sesuai anjuran satgas dan MUI setempat.

"Jadi pasti salat idulfitri ini terbagi dua, di zona non merah bisa dilaksanakan di masjid dan di rumah begitu ya, dan yang zona merah di rumah masing-masing," katanya.

Baca juga: Kapan Lebaran Idul Fitri 2021? Berikut Jadwal 1 Syawal 1442 H Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Baca juga: Masuk Zona Merah Objek Wisata di Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya Bakal Ditutup

Salat idulfitri ini, katanya, jika masih dibolehkan pun harus benar-benar melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Begitu pun khutbah jangan sampai terlalu lama dan tidak ada bersalaman setelah salat.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya kembali berstatus Zona Merah atau kawasan berisiko tinggi Covid-19. Karenanya, kawasan wisata di dua daerah tersebut diinstruksikan untuk ditutup kembali sementara.

"Dengan berat hati saya sampaikan di minggu ini ada dua zona merah datang lagi ke Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya. Sesuai arahan Kapolri, yang zona merah khususnya itu pariwisata akan ditutup ya," kata Gubernur di Gedung Sate, Rabu (5/5).

Gubernur meminta Kapolda Jabar agar memastikan tidak ada lagi destinasi pariwisata yang buka di zona merah. Kemudian hal ini akan disosialisasikan kepada masyarakat.

Gubernur mengatakan dirinya pun sudah menyampaikannya kepada kepala daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved