Breaking News:

Dianiaya Habib Bahar, Ardiansyah Sopir Taksi Online Enggak Bisa Kerja 10 Hari, Tapi Berhasil Damai

Hendri Nafis selaku kakak ipar Ardiansyah, sopir taksi online di Bogor, jadi saksi meringankan untuk Habib Bahar bin Smith di PN Bandung

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Hendri Nafis selaku kakak ipar Ardiansyah, sopir taksi online di Bogor, jadi saksi meringankan untuk Habib Bahar bin Smith di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Hendri Nafis selaku kakak ipar Ardiansyah, sopir taksi online di Bogor, jadi saksi meringankan untuk Habib Bahar bin Smith di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (4/5/2021).

Ia berkisah ihwal dia terlibat kasus ini dan diminta Habib Bahar untuk bersaksi meringankannya.

Saat kejadian, Hendri dihubungi Ardiansyah untuk datang ke kantor polisi seusai dianiaya.

"Saat itu ke sana (Polsek) dan lihat ada luka di kaki, kaya jatuh. Langsung saya bawa ke rumah sakit, dia cerita dipukul," ucap Hendri.

Baca juga: Habib Bahar Aniaya Sopir Taksi Online, Emosi Istrinya Digoda, Korban Membantah

Baca juga: Darso Nekat Mudik Bareng Keluarga Naik Bajaj ke Banyumas, Sempat Distop Petugas dan Lolos Lanjut

Tak berapa lama, Hendri mengaku kedatangan perwakilan Habib Bahar yang meminta perdamaian. Keluarga menerima perdamaian itu.

"Kalau ada niat baik kenapa enggak. Awalnya saya enggak tahu dia ulama. Akhirnya tahu dia ( Habib Bahar) ulama. Habib mau bantu kompensasi keluarga berobat," ucap Hendri.

Dia juga berkisah akibat penganiayaan oleh Bahar, Andriansyah terpaksa tidak bekerja seperti biasa, mencari dan antar penumpang.

"Enggak narik 10 hari. Tapi dikasih kompensasi," ujarnya.

Baca juga: Sopir Grab yang Babak Belur oleh Habib Bahar Ngaku Tak Menggoda Istri Pentolan FPI itu: Enggak Kok

Baca juga: Penyekatan dan Tes Swab Disiapkan Polisi Bagi Pemudik yang Nekat Pulang Kampung ke Indramayu

Hakim menanyakan soal kompensasi senilai Rp 25 juta untuk Ardiansyah. Menurut Hendri, itu sudah selesai.

"Iya sudah selesai," katanya. Adapun kesepakatan damainya itu sendiri dilakukan pada 2020 meski penganiayaannya terjadi pada November 2018. Namun, pada 2020 itulah kasus ini disidik Polda Jabar.

Pada persidangan sebelumnya, Ardiansyah dihadirkan sebagai saksi. Terungkap fakta kenapa Bahar menganiaya Ardiansyah, setelah dia mengantar istri Bahar, Jihana Rokayah belanja di Pasar Esemka dan pulang larut malam.

Bahar menyebut tidak mungkin ia menganiaya Ardiansyah hanya gara-gara istrinya pulang malam. Dia menanyakan soal ucapan dan perbuatan Ardiansyah pada istrinya sehingga Bahar emosi.

"Istri saya turun dari mobil dan berkata kalau istri saya digoda oleh saudara Ardiansyah sehingga itulah yang membuat saya melakukan tindak pidana. Istri saya turun  dari mobil dan mengadu, saya posisi bangun tidur, saya datangi dan saya pukuli saudara Ardiansyah," ucap Bahar.

Hanya saja, Ardiansyah mengaku tidak ingat dan membantah menggoda istrinya.

"Saya tidak dan saya tidak ada menggoda apa-apa," ucap dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved