Breaking News:

Bayi Lutfi 6 Bulan di Cianjur Butuh Pertolongan Alami Pembengkakan Otak harus Operasi

Makanya ketika anaknya divonis Epilepsi pembengkakan otak oleh RS Hafiz ia hanya bisa pasrah.

Editor: Mumu Mujahidin
(Freepik)
ILUSTRASI Bayi: Bayi Lutfi 6 Bulan di Cianjur Butuh Pertolongan Alami Pembengkakan Otak harus Operasi 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril M

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR -
Bayi Muhamad Lutfi Alfarizki (6 bulan) asal Kabupaten Cianjur butuh pertolongan.

Ia menderita pembengkakan di bagian kepala, kedua tangan dan kakinya sudah menekuk kaku.

Sang ayah dan ibunya yang hanya pengangguran pasrah dan hanya bisa menangis, ia mengaku tak punya uang untuk berangkat ke rumah sakit meski anaknya sudah lemah tak berdaya.

"Terakhir saya sudah pinjam uang sana sini Rp 9 juta untuk berobat ke RS Hafidz dan RSUD Sayang Cianjur, uang itu juga belum saya bayar ke teman, makanya ketika saat ini harus dirujuk lagi ke rumah sakit saya bingung," kata Andri Royani (36) ayah dari sang bayi saat ditemui di rumahnya, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: BUTUH Segera Bantuan Anda, 3 Bayi Kembar Ini Butuh Bantuan Susu, Ibunya Dirawat Tak Bisa Menyusui

Baca juga: Kondisi Mencekam di India Akibat Tsunami Covid-19 Diungkap Mahasiswa Asal Indonesia, Ini Katanya

Andri mengatakan, ia sudah setahun tak bekerja sebagai buruh bangunan karena tak ada lagi yang membawanya bekerja.

Makanya ketika anaknya divonis Epilepsi pembengkakan otak oleh RS Hafiz ia hanya bisa pasrah.

"Rumah sakit sudah menyarankan harus ada tindakan operasi, sedangkan tindakan operasi harus berbiaya, BPJS belum jadi jadi," katanya.

Andri memprediksi ia butuh biaya sekitar Rp 30 juta untuk operasi anaknya.

Andri mengatakan, untuk menangis saja anaknya tak bisa, saat ini ia minum susu juga pakai selang.

Sang ibu Yanti Nurhayati (31), mengatakan bahwa awal dari anaknya tersebut menderita epilepsi karena penyakit panas hingga kejang.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ternyata Sudah Nikah 3 Kali, Istri Baru Beda 24 Tahun, Mantan Istri Ungkap Ini

Baca juga: KKB Papua Mengemis-ngemis Minta Jokowi Tak Perintahkan Operasi Militer, Mereka Sendiri Beringas

"Saat dibawa ke bidan katanya kejang, padahal saat lahir normal dan sehat," katanya.

Yanti mengatakan, selang yang tertancap di mulut sang bayi juga sudah tak diganti lama padahal setiap minggu harus diganti.

"Setiap masuk rumah sakit pasti bayar dendaan BPJS dulu, kadang Rp 500 ribu kadang Rp 600 ribu," ujar Yanti.

Senada dengan suaminya, saat ini Yanti pun pasrah karena tak punya biaya untuk rawat inap dan operasi.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved