Breaking News:

Tukang Es Krim Keliling yang Produksi Uang Palsu Terancam Hukuman Seumur Hidup dan Denda Rp 100 M

Hukuman tersebut merupakan ancaman hukuman maksimal bagi siapa saja yang memalsukan, memproduksi, menjual dan menyimpan upal.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi: Barang bukti ratusan lembar uang palsu di Majalengka. Tukang Es Krim Keliling yang Bikin Uang Palsu di Kota Tasik Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Tukang es krim keliling yang ditangkap karena membuat uang palsu (upal) terancam hukuman seumur hidup dan denda Rp 100 miliar.

Hukuman tersebut merupakan ancaman hukuman maksimal bagi siapa saja yang memalsukan, memproduksi, menjual dan menyimpan uang palsu.

Hal itu sesuai bunyi pasal 37 jo pasal 27 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

"Jangan main-main dengan aksi pembuatan upal ini. Ancaman hukuman maksimalnya berat," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan, di Mapolres, Kamis (29/4).

Baca juga: Begini KRONOLOGI Tukang Es Krim Keliling di Tasik Nekat Membuat Uang Palsu, Akhinrya Dibekuk Polisi

Baca juga: Tukang Es Krim Keliling di Kota Tasik Pandai Membuat Uang Palsu, Dijual Online dan Raup Untung Besar

Menurut Doni, yang menentukan berapa besar hukumannya nanti pengadilan yang memutuskan. Tergantung kadar kasus yang dilakukan si tukang es krim keliling.

"Tugas kami melakukan penyelidikan lalu ditingkatkan ke penyidikan. Setelah selesai dengan status P 21 lantas diserahkan ke kejaksaan," kata Doni.

Tukang es krim keliling berinisial TN (44), warga Kampung Cimuncang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, disergap polisi karena membuat dan menjual uang palsu.

Dari tersangka polisi menyita sekitar Rp 40.040.000 upal berbagai pecahan. Yakni Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000 dan Rp 5.000.

Kualitas uang palsu yang dibuat TN tergolong asal jadi karena hanya mengandalkan penggandaan dengan menggunakan printer dan kertas HVS.

Namun begitu sudah ada tiga warga Bekasi dan Karawang yang membelinya melalui online senilai Rp 5 juta uang palsu.

Polisi masih terus mendalami terkait kemungkinan ada tersangka lain.

Baca juga: KKB Papua Mengemis-ngemis Minta Jokowi Tak Perintahkan Operasi Militer, Mereka Sendiri Beringas

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ternyata Sudah Nikah 3 Kali, Istri Barunya Gadis 19 Tahun, Siapa Istri Ke-2 UAS?

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved