Breaking News:

Tukang Es Krim Keliling yang Bikin Uang Palsu di Tasik Terancam Dihukum Penjara Seumur Hidup

Hal itu sesuai bunyi pasal 37 jo pasal 27 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Barang bukti ratusan lembar uang palsu 

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Tukang es krim keliling yang ditangkap karena membuat uang palsu (upal) terancam hukuman seumur hidup dan denda Rp 100 miliar.

Hukuman tersebut merupakan ancaman hukuman maksimal bagi siapa saja yang memalsukan, memproduksi, menjual dan menyimpan upal.

Hal itu sesuai bunyi pasal 37 jo pasal 27 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

"Jangan main-main dengan aksi pembuatan upal ini. Ancaman hukuman maksimalnya berat," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan, di Mapolres, Kamis (29/4).

Menurut Doni, yang menentukan berapa besar hukumannya nanti pengadilan yang memutuskan. Tergantung kadar kasus yang dilakukan si tukang es.

"Tugas kami melakukan penyelidikan lalu ditingkatkan ke penyidikan. Setelah selesai dengan status P 21 lantas diserahkan ke kejaksaan," kata Doni.

Tukang es krim keliling berinisial TN (44), warga Kampung Cimuncang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, disergap polisi karena membuat dan menjual upal.

Dari tersangka polisi menyita sekitar Rp 40.040.000 upal berbagai pecahan. Yakni Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000 dan Rp 5.000.

Kualitas upal yang dibuat TN tergolong asal jadi karena hanya mengandalkan penggandaan dengan menggunakan printer dan kertas HVS.

Namun begitu sudah ada tiga warga Bekasi dan Karawang yang membelinya melalui online senilai Rp 5 juta upal. 

Polisi masih terus mendalami terkait kemungkinan ada tersangka lain.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved