Breaking News:

Rekaman Suara Pria Mengaku Penyidik KPK Minta Uang Buang Sial Diputarkan di Persidangan Korupsi RTH

Terdakwa kasus korupsi pengadaan RTH Kota Bandung, Dadang Suganda tiba-tiba membuka rekaman suara orang yang mengaku penyidik KPK

Tribunjabar.id/ Mega Nugraha
Sidang pemeriksaan terdakwa Kasus Korupsi RTH Kota Bandung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung ( PN Bandung), Jalan LLRE Martadinata, Kamis (29/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Terdakwa kasus korupsi pengadaan ruang terbuka hijau ( RTH) Kota Bandung, Dadang Suganda tiba-tiba membuka rekaman suara percakapan anaknya dengan seorang pria berinisial E, mengaku penyidik KPK.

Di persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (29/4/2021), awalnya Dadang mengungkap soal adanya permintaan uang buang sial dari seorang pria berinisial ATH, mengaku penyidik KPK.

"Saya merasa saya diperas, baik langsung ke saya maupun ke anak saya, Asep," ucap Dadang.

Dia lantas meminta izin majelis hakim untuk memutarkan rekaman suara yang diputar di laptop.

"Saya hanya ingin mengutarakan unek-unek saya, ini bukan bukti tapi sebagai referensi. Ini terjadi saat saya sudah jadi tersangka," katanya.

Baca juga: Terdakwa Korupsi RTH Kota Bandung Ungkap Ada Orang Ngaku Penyidik KPK Minta Uang Buang Sial

Baca juga: Kasus Suap Pengaturan Proyek di Indramayu Terus Dibongkar, KPK Panggil 4 Anggota DPRD Jabar Lagi

Tim pengacaranya kemudian memutarkan rekaman dengan durasi sekira 4 menit di komputer jinjing. Dari rekaman, terdengar pria berinisial E itu diduga menjanjikan sesuatu.

"Intinya gini loh pak Asep, kan bapaknya itu baru satu kasus di PU (penuntut umum) kan mau dikembangkan ke yang lain-lain. Nah sebelum itu dikembangkan masih bisa diantisipasi kalau bapak mau gitu. Dan itu kalau bapak mau geser-geser aset ini mau diamanin masih bisa gitu loh maksudnya A1 loh pak, bapak enggak usah khawatir sama saya. Saya punya identitas dan saya dapat nomor bapak juga dari mereka jadi saya hanya mau menjembatani kalau bapak berkenan kalau enggak juga enggak apa-apa. Minggu depan mau turun loh pak mau turun ke tempat bapak, jadi udah terpantau udah tercium oleh lawyer bapak segala macam bahwa ada aset yang mau diamankan. Percuma pak kalau gak dilibatkan nanti bakal disita juga kalau mah saya arahkan Insha Allah bisa, gitu aja saya hanya mau bantu bapa aja tidak ada niat untuk aneh-aneh," ujar pria di telpon.

Di rekaman itu, percakapan antara Asep dengan seoran mengaku berinisial E itu pada intinya mengajak bertemu.

"Tapi oleh saya maupun anak saya, tidak menemui pria itu. Saya percaya dengan integritas penegak hukum di KPK. Tapi di dalam ada oknum," ucapnya.

Halaman
123
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved