Breaking News:

Pekan Pengambilan Ijazah Dimulai Mei 2021, Bagi Siswa yang Ijazahnya Masih Tersimpan di Sekolah

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan menggelar Pekan Pengambilan Ijazah bagi para peserta didik SMA/SMK/SLB pada Mei 2021.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
ILUSTRASI: SMP Negeri 2 Majalengka jadi salah satu sekolah yang mulai melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Majalengka. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan menggelar Pekan Pengambilan Ijazah bagi para peserta didik SMA/SMK/SLB pada Mei 2021.

Pekan Pengambilan Ijazah ini untuk memenuhi hak para peserta didik untuk mendapatkan ijazah yang masih tertahan di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, Pekan Pengambilan Ijazah tersebut sebagai salah satu cara memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2021.

Ini bertujuan agar peserta didik yang telah mengenyam pendidikan tingkat SMA dan sederajat bisa memiliki ijazah untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

Baca juga: VIRAL Segerombolan Remaja Acung-acungkan Celurit dan Rusak Fasilitas Sekolah di Sukaraja Sukabumi

"Di Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei nanti, kita akan gelar Pekan Pengambilan Ijazah bagi siswa dan orang tua yang merasa ijazahnya masih berada di sekolah, silahkan diambil sendiri oleh orang tua atau siswa," ujar Dedi di Bandung, Kamis (29/4).

Dedi menuturkan, pola 0engambilan ijazah ini tengah dimatangkan oleh tim dari Disdik Jabar agar bisa berjalan dengan baik. Ia berharap, dengan adanya program itu, para siswa yang telah selesai melakukan pendidikan di sekolah bisa mendapatkan ijazah.

"Kan mungkin ada yang mau melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, atau kebutuhan untuk melamar kerja. Jadi program ini kesempatan bagi para siswa untuk mengambil ijazahnya yang masih ada di sekolah," katanya.

Dedi mengatakan masih terdapat laporan adanya ijazah yang ditahan pihak sekolah karena masalah administrasi.

Dedi memastikan sekolah negeri tidak diperbolehkan untuk menahan ijazah peserta didik ketika telah selesai melaksanaan pendidikan di sekolah tersebut.

Baca juga: Lowongan Kerja Kemendikbud Butuh 1.800 Calon Asesor Sekolah/ Madrasah Terakhir 14 April 2021

"Kalau di negeri itu kan tidak ada pembayaran SPP dan memang tidak boleh sama sekali menahan ijazah. Nah di swasta juga sama meski itu dikelola misalnya oleh yayasan, namun pihak sekolah nanti berkomunikasi dan berususan dengan orangtua, jangan menahan ijazah, karena itu hak siswa," kata Dedi.

Disdik Jabar pun kini menyiapkan sistem bagi para orang tua siswa untuk melaporkan jika masih ada ijazah yang ditahan oleh pihak sekolah.

Sistem tersebut nantinya akan menampung semua pengaduan dari orang tua siswa untuk ditindaklanjuti kepada pihak sekolah.

"Kita masih godok sistem tersebut agar bisa digunakan oleh orang tua siswa untuk melaporkan atau memberikan informasi terkait adanya ijazah yang ditahan oleh pihak sekolah. Sistem tersebut nanti akan dilaunching bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional," kata Dedi.

--

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved