Breaking News:

Di Jabar Masih Banyak Perusahaan Alami Kesulitan Uang, Bayar THR Karyawan Terpaksa Jual Aset Dulu

Untuk itu, pihaknya mengimbau semua pengusaha untuk membayar THR, meskipun kondisi perusahaan di Indonesia sangat terdampak pandemi Covid-19. 

Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi uang pecahan Rp 50.000 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Melalui surat edaran  Menteri Ketenagakerjaan M/6/HK.04/14/2021 mewajibkan pengusaha untuk melakukan pembayaran tunjangan hari raya (THR) secara penuh tanpa dicicil.

Menanggapi hal ini Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Barat, Cucu Sutara mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima tembusan surat penangguhan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2021. 

"Artinya di Jabar masih aman," ujar Cucu dalam diskusi Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB): Menanti THR 2021 di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kamis (29/4/2021). 

Cucu menjelaskan, pembayaran THR sudah menjadi perintah yang wajib dijalankan pemerintah.

Bila tidak, pengusaha akan dikenai denda 5 persen. 

Untuk itu, pihaknya mengimbau semua pengusaha untuk membayar THR, meskipun kondisi perusahaan di Indonesia sangat terdampak pandemi Covid-19. 

"Yang sakit saat ini pengusaha. ASN tidak terkena dampak. Akademisi tidak terkena dampak. Tapi kami sangat terdampak," ujar Cucu. 

Informasi yang diperoleh dirinya dari perbankan, sebanyak 70 persen pengusaha melakukan restrukturisasi atau penangguhan pembayaran kredit. 

Itu artinya, mereka kesulitan untuk membayar THR.

Untuk membayar THR tersebut, banyak perusahaan yang menjual aset hingga memaksimalkan restrukturisasi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved