Breaking News:

Kejaksaan Segera Serahkan Tersangka Tipikor PDSMU Majalengka ke Pengadilan Bandung

Seorang tersangka itu, yakni JN (51) yang mana sekaligus sebagai mantan Direktur perusahaan BUMD tersebut.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Tersangka kasus Tipikor di PDSMU Majalengka berinisial JN (51) digiring oleh petugas dari Kejaksaan Negeri Majalengka menuju Rutan Polres Majalengka untuk ditahan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kejaksaan Negeri Majalengka secepatnya akan menyerahkan seorang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di tubuh PDSMU Majalengka ke Pengadilan Negeri Bandung.

//

Seorang tersangka itu, yakni JN (51) yang mana sekaligus sebagai mantan Direktur perusahaan BUMD tersebut.

Pelimpahan itu diketahui dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Majalengka menyatakan berkas seorang tersangka itu telah lengkap atau P21.

"Ya, Tim Jaksa Penuntut Umum peneliti berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi BUMD Pemkab Majalengka (PDSMU) yang diketuai oleh Kasi Pidum, Faisal Amin telah menyatakan lengkap (P21)," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Dede Sutisna melalui Kasi Pidsus, Guntoro Janjang, Rabu (28/4/2021).

Dengan dinyatakannya berkas perkara lengkap (P21), maka tugas jaksa penyidik selanjutnya adalah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU ).

Yang selanjutnya oleh JPU untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung pada Pengadilan Negeri Bandung.

"Penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) dari Jaksa Penyidik kepada Jaksa Peneliti secepatnya akan dilaksanakan sebelum hari raya lebaran," ucapnya.

Guntoro menyampaikan, bahwa dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana usaha PDSMU salah satu BUMD milik Pemkab Majalengka terus bergulir.

Terutama, setelah Jaksa Penyidik menahan tersangka pada, Selasa (30/3/2021).

Selanjutnya, pada Jumat (9/4/2021) Jaksa Penyidik juga menyita aset tersangka berupa tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Raya Majalengka-Cirebon.

"Dari hasil audit kerugian negara yang dilakukan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan & Pembangunan) Provinsi Jawa Barat di Bandung terhadap kasus dugaan korupsi tersebut terdapat kerugian negara sebesar Rp. 1,99 miliar. Sementara, penyidik tindak pidana khusus Kejari Majalengka telah menyita uang tunai sebesar Rp. 650.700.000," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved