Breaking News:

Jangan Ragu Segera Lapor Jika Terjadi Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita di Majalengka, Ada Relawan

Menurutnya, tim relawan itu nantinya akan mengedukasi masyarakat dan mengadvokasi bilamana terdapat kasus kekerasan yang menimpa anak.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Midday
Ilustrasi: Jangan Ragu Segera Lapor Jika Terjadi Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita di Majalengka, Ada Relawan 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Majalengka, Nasrudin mengatakan, perlu kesinambungan antara masyarakat dengan pemerintah daerah untuk menekan angka kasus kekerasan terhadap anak.

"Masyarakat diharapkan mampu melaporkan kepada relawan yang tergabung dalam DP3AKB baik penyuluh KB, TPD, Gempita, dan lain lain," ujar, Nasrudin kepada media, Rabu (28/4/2021).

Menurutnya, tim relawan itu nantinya akan mengedukasi masyarakat dan mengadvokasi bilamana terdapat kasus kekerasan yang menimpa anak.

Agar nantinya, tidak terjadi pembiaran yang mempengaruhi keadaan jiwa sang anak.

Baca juga: Ibu Tiri Laporkan Suami karena Lakukan Kekerasan Pada Anak Tirinya, Ini Kronologinya

Baca juga: Istri Kopda Eta Kharisma Cerita Sebelum Berlayar dengan KRI Nanggala-402, Suaminya Punya Firasat

Melandasi itu, dia meminta kepada masyarakat untuk antusias dalam hal pelaporan kepada relawan DP3AKB.

"Tadi kalau dibiarkan masyarakat maka akan terjadi pembiaran, makanya saya coba gerakan mereka dengan satu komando dan sistem, sehingga mereka ketika ada apa pun mereka bergerak dengan sistem, lapor ke kita, kita mencoba mengedukasi dan mengadvokasi dari laporan itu," ucapnya.

Dengan terarah dan tersistem, hal itu dapat menurunkan angka kekerasan anak dan pelecehan terhadap anak secara cepat.

Dan masyarakat tidak kesusahan dalam pelaporan.

"Ketika ada laporan, di situ masyarakat melakukan pengaduan, nanti relawan sebanyak 5.884 relawan akan menanganinya yang tersebar di setiap kecamatan, tanpa harus datang ke Majalengka (Dinas)," jelas dia.

Baca juga: Ini yang Terjadi Setelah 45 Hari Suntik Vaksin Dosis Kedua, Berapa Banyak Antibodi yang Terbentuk?

Baca juga: Farshad Noor Mainnya Butut lalu Ditendang Persib Bandung, Fans Inginkan Omid Nazari Balik ke Bandung

Pelaporan tersistem dan pelaporan inten kepada relawan yang tergabung dalam DP3AKB diharapkan sebagai konsekuensi logis atas tunjangan APBD yang diterima oleh mereka.

"Semua relawan itu sebetulnya dibiayai oleh APBD, yang 2.215 itu dapat 1,7 Juta sebulan, kalau TPD 1,1 Juta , kalau PL KB itu 150 ribu, APBD itu sudah mengintervensi kepada mereka untuk gerak dalam penanganan perlindungan anak dan kekerasan terhadap wanita, nah gerakan itu kalau dikomandoi dengan satu sistem maka akan terjadi peran partisipasi secara menyeluruh," katanya.

Kendati demikian, jika kasus kekerasan anak menimbulkan konflik yang berlarut dan berdampak serius bagi keadaan jiwa anak, DP3AKB memastikan akan melakukan pelayanan prima terhadap korban kekerasan anak.

"Ketika kalau betul-betul sudah terjadi konflik, maka kita akan jemput dengan mobil khusus, dengan pengawalan khusus dengan tempat yang khusus, yaitu Rindu Anak (Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak)," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved