Breaking News:

SBMI Indramayu Apresiasi BP2MI Jabar dan Polres Indramayu, Berhasil Bongkar Penampungan TKI Ilegal

Seperti diketahui, petugas BP2MI bersama Polres Indramayu sebelumnya menggerebek lima tempat penampungan Calon PMI ke Arbil, Irak.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, Selasa (10/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu memberi apresiasi kepada Badan Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Barat.

Apresiasi yang sama juga diberikan kepada jajaran Polres Indramayu, karena sudah menangkap pelaku perekrut Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara ilegal.

Seperti diketahui, petugas BP2MI bersama Polres Indramayu sebelumnya menggerebek lima tempat penampungan ilegal Calon PMI ke Arbil, Irak.

Mereka rencananya akan diberangkatkan secara ilegal.

Baca juga: Lima Wanita Disekap di Penampungan TKW Ilegal di Indramayu, Rencananya akan Diberangkatkan ke Irak

Baca juga: Munarman Ditangkap Densus 88 Diduga Terlibat Kelompok Teroris JAD yang Terafiliasi dengan ISIS

Lima lokasi penampungan itu berada di Indramayu, Majalengka dan tiga lokasi di Cirebon.

Hasilnya, petugas berhasil menemukan 5 Calon PMI yang masih berada di penampungan dan mengamankan dua orang calo atau sponsor yang menawarkan pekerjaan itu. Keduanya sekarang tengah diproses hukum di Polres Indramayu.

Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, perlu adanya upaya lebih dari semua pihak dalam mengentaskan praktik penempatan Calon PMI ilegal ini.

Terlebih, menurutnya, masih banyak kasus serupa yang sampai saat ini belum terungkap di Kabupaten Indramayu.

"Masih banyak yang belum terungkap penempatan Calon PMI unprosedural di Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (27/4/2021).

Juwarih menilai, sulit terbongkarnya praktik penempatan Calon PMI ilegal ini karena dipengaruhi beberapa faktor.

Di antaranya, korban maupun keluarga enggan melapor.

Selain itu, adanya oknum yang memberi perlindungan terhadap calo atau sponsor dalam merekrut korbannya juga menjadi kendala, mereka diindikasikan berasal dari orang yang memiliki kekuasaan.

"Termasuk faktor domisili perekrut yang pindah-pindah atau tidak menetap juga menjadi penyebab," ujar dia.

Baca juga: GEMPA BARU SAJA TERJADI, Berkekuatan 5,6 Magnitudo, BMKG Sebut Berpusat di Sukabumi Jawa Barat

Baca juga: Hidung dan Mulut Wanita di Cianjur Berdarah Terkena Sabetan Golok Saat Dibegal 4 Pria Sekaligus

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved